Seorang kakek bernama La Ame (68) berhasil selamat dari cengkeraman buaya muara di Sungai Kambara, Kelurahan Waumere, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat, Jumat (7/8/2026) sekira pukul 11.50 Wita.
La Ame, nyaris jadi mangsa reptil sepanjang hampir tiga meter tersebut. Namun, ia berhasil melepaskan diri setelah nekat mencolok mata hewan yang diduga sudah pernah memangsa warga lain di wilayah itu.
Peristiwa mengerikan itu, bermula saat korban hendak mandi di sungai. Lokasinya berjarak tak jauh dari kediamannya.
Hal ini diungkapkan Wa Ode Nahlan, salah seorang kerabat korban.
Kata Wa Ode Nahlan, saat itu, korban masih mengenakan sarung, turun ke dalam kali yang berair jernih.
“Saat kejadian, korban baru hendak masuk berendam,” kata Wa Nahlan, Jumat (7/8/2026).
Dia melanjutkan, sesaat setelah melepas pakaiannya, seekor buaya muara berukuran besar rupanya sudah bersiap menerkam La Ame.
Pria empat anak itu, sama sekali tidak menyadari keberadaan predator puncak yang sudah beranak pinak di sungai Kambara tersebut.
“Buaya langsung muncul tiba-tiba menerkam paha kiri La Ame,” lanjut Wa Ode Nahlan.
Saat itu, korban kaget dan merasa kesakitan. Petani yang yang sudah tua renta itu, sekuat tenaga melepaskan diri. Namun, taring buaya mencengkeram paha kirinya dengan sangat kuat.
Pantang menyerah, di tengah situasi kritis, korban spontan mencolok mata buaya tersebut. Menurut pengakuan La Ame, ia menggunakan jari-jarinya dengan sekuat tenaga menusuk ke arah mata.
Aksi perlawanan sengit itu membuahkan hasil. Buaya yang kesakitan mendadak melepaskan gigitannya dan memilih kabur kembali menyelam ke dalam sungai.
Usai lolos dari maut, La Ame langsung merangkak naik ke daratan sembari berteriak meminta pertolongan.
Seorang keponakan korban yang mendengar teriakan tersebut segera datang menolong dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Muna Barat.
Namun, lantaran keterbatasan peralatan medis, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Buton Utara untuk mendapatkan perawatan intensif.
Akibat insiden tersebut, korban menderita delapan luka robek serius pada bagian paha kiri.
Dua Kali Berkelahi Dengan Buaya
Diketahui, insiden ini bukan kali pertama dialami La Ame. Beberapa tahun sebelumnya, korban juga pernah menjadi korban gigitan buaya di sungai Kambara.
Saat itu, kaki kanan bagian bawah lututnya yang diterkam predator nomor satu di kali Kambara itu.
Sungai Kambara, dikenal warga setempat sebagai habitat rawan yang dipenuhi buaya berkeliaran. Warga mengungkapkan, meski airnya jernih dan alirannya cukup besar, kini tidak ada lagi warga yang berani mandi, mencuci, maupun beraktivitas di sungai tersebut karena trauma.
Beberapa orang warga sudah menjadi korban. Terakhir, seorang warga berstatus ibu rumah tangga, Farida, hilang di sekitar sungai saat mencari kerang.


