Kampanye Tukar Sampah Jadi Sayur di Inaplast Festival Kendari, Aksi Sosial Hingga Tutorial Bikin Bantal

Institut Hijau Indonesia menggelar serangkaian event di Inaplast Festival di Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kegiatan berlangsung sejak 7-8 Desember 2025.

Inaplast, tampil mengampanyekan kepedulian lingkungan melalui berbagai kegiatan aksi bersih lingkungan hingga Workshop daur ulang. Event ini menjadi Final Project Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 5 yang diselenggarakan oleh Institut Hijau Indonesia (IHI).

 

Pada event ini, terdapat beragam event mulai dari workshop daur ulang sampah, gallery walk, aksi bersih pesisir, pasar tani hortikultura, hingga lapak sampah tukar sayur.

Ubah Limbah Gabus Jadi Bantal

Jaelani Bawa Bioflok dan ‘Menghadirkan Cinta’ di Konawe

Project Leader Inaplast, Jahir, mengatakan salah satu rangkaian event yakni workshop untuk ibu rumah tangga di wilayah pesisir. Disini, IRT diajarkan mendaur ulang dan mengolah limbah gabus menjadi isian bantal.

 

Salah satu alasannya, gabus merupakan limbah melimpah di kawasan pesisir Petoaha. Namun, sampah ini cuma ditumpuk sebagai barang tak berguna karena tidak memiliki nilai jual seperti sampah plastik lainnya.

 

Bahkan, warga kerap menghanguskan limbah ini dengan cara dibakar. Ternyata, cara ini menjadi salah satu sumber polusi asap berbahaya yang juga mencemari lingkungan.

Cegah Penyelundupan Satwa Endemik, Karantina Sultra Perketat Pengawasan Kuskus di Bandara Halu Oleo

 

“Untuk menghindari hal itu, kami mengajarkan cara mendaur ulang limbah gabus menjadi produk bernilai guna seperti bantal,” ujar Jahir, Minggu (7/12/2025).

 

Cara Membuat :

Sampah gabus dipotong kecil atau diparut menjadi serbuk halus. Dengan menggunakan alat yang dibuat sendiri dari kaleng bekas yang dilubangi dengan paku.

 

Serbuk gabus hasil parutan kemudian dimanfaatkan sebagai isian bantal yang dapat digunakan untuk tidur maupun sebagai pelengkap sofa.

 

Bantal hasil daur ulang itu kemudian dipamerkan dalam gallery walk bersama poster-poster edukasi mengenai bahaya sampah bagi lingkungan, khususnya ancaman sampah di laut.

 

Aksi Bersih Pesisir

Selain workshop, Inaplast juga menggelar aksi bersih pesisir yang diikuti 120 peserta dari berbagai komunitas dan organisasi kampus di Kota Kendari.

Peserta menyisir kawasan pesisir saat air surut untuk mengumpulkan sampah.

 

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami menjaga wilayah pesisir Kendari agar terhindar dari sampah dan pencemaran lingkungan,” tuturnya.

Kolaborasi Pemerintah

Jahir menyampaikan Inaplast Festival juga turut berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara untuk menghadirkan pasar tani.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, untuk menstabilkan harga pangan, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkenalkan produk hortikultura unggulan daerah.

Seluruh produk dijual dengan harga di bawah harga pasar, sehingga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Selain itu, tersedia lapak sampah tukar sayur yang diperuntukkan bagi warga yang telah mengumpulkan sampah rumah tangga maupun sampah plastik.

Sampah yang telah dikumpulkan tersebut, kemudian ditukar dengan aneka sayuran yang tersedia.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap sampahnya masing-masing.

“Dengan adanya Inaplast Festival ini, semoga generasi muda di Kendari semakin terinspirasi untuk peduli lingkungan dan menciptakan inovasi serupa, sehingga lingkungan pesisir maupun daerah lainnya dapat terhindar dari ancaman sampah,” jelasnya.