MoU PT Tiran Indonesia-RS Bhayangkara Kendari, Dirut : Sedia Payung Sebelum Hujan
PT Tiran Indonesia Grup wilayah Sulawesi Tenggara, berupaya mewadahi pelayanan kesehatan ribuan karyawan yang tersebar di Konawe Utara, Konawe Selatan dan Bombana.
Langkah ini dilakukan dengan Penandatanganan nota kesepahaman PT Tiran Nusantara Grup dan RS Bhayangkara Kendari, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini, menjadi awal kerjasama peningkatan dan kualitas kesehatan bagi 2.500 karyawan di Sulawesi Tenggara.
Acara dihadiri oleh Direktur Utama PT Tiran Indonesia Rahman Arif, Direktur PT Tiran Indonesia Andi Djamaluddin Arsyad dan tim dokter PT Tiran Indonesia, Kabid Dokkes Polda Sultra Kombes Pol Dr dr Ignatius Hendra A SPKG, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kendari Kompol dr Adhika Nur Syamsul Arifin SPot MARC FICS.
Kabid Dokkes Polda Sultra Kombes Pol Dr dr Ignatius Hendra A SPKG menyatakan, kerjasama ini sebagai bukti komitmen Kepolisian dalam memberikan pelayanan profesional kepada seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya, kalangan buruh atau karyawan.
“Kita berharap, kerjasama pelayanan kesehatan ini mampu memberikan pelayanan responsif terhadap kalangan pekerja, sehingga hak kesehatan bagi semua lapisan masyarakat bisa terpenuhi,” ujar Kombes Pol Ignatius Hendra.
Kata Ignatius Hendra, pihak RS Bhayangkara akan mengedepankan pelayanan kepada karyawan dengan pendekatan promotif, prefentif dan proaktif.
Ignatius Hendra menjelaskan, pelayana. promotif yakni berusaha memaksimalkan pelayanan melalui sosialisasi dan penyuluhan
Kemudian, preventif, personil atau karyawan diperiksa kesehatan secara berkala. Baik secara rutin Maupun dalam jangka waktu tertentu.
“Proaktif, Hasil dari pemeriksaan mana yang sakit akan ditindaklanjuti dengan pengobatan di rumah sakit, akan dirujuk secepatnya,” ujar Kombes Pol Ignatius Hendra.
Direktur Utama PT Tiran Indonesia Rahman Arif menyatakan, langkah perusahaan diambil untuk merespon secara cepat kondisi kesehatan karyawan perusahaan.
Sebab, kata Rahman, perusahaan memiliki alasan kuat, kondisi kesehatan sangat penting posisinya bagi sebuah perusahaan selevel PT Tiran Indonesia Grup.
“Pertama, hal ini menyangkut produktivitas karyawan, sebagai perusahaan yang memiliki 4 cabang usaha besar di Sulawesi dan dua diantaranya berada di wilayah Sultra, maka keberhasilan perusahaan bergantung kinerja karyawan,” ujar Rahman Arif.
Selanjutnya, kata Rahman, komitmen perusahaan memberikan pelayanan kesehatan bagi pekerja juga diatur dalam undang-undang sebagai sebuah kewajiban.
“Lebih daripada itu, setiap karyawan memiliki keluarga yang menunggu mereka di rumah, tiap hari video call tiap hari menelepon, jadi ketika mereka kembali ke rumah memang harus bisa benar benar fit agar bisa lanjut kerja besok hari,” ujar Rahman Arif
Rahman Arif memaparkan, PT Tiran Indonesia Grup punya 4 usaha besar di Sulawesi Selatan dan Tenggara. Untuk wilayah Sulta Tiran mining memiliki sekitar 2000 karyawan. Sedangkan PT Tiran Sulawesi di Bombana dan Konsel sekitar 500 orang karyawan.
“Bagi kami, rumah sakit Bhayangkara merupakan aset penting pemerintah, seperti lagu sedia payung sebelum hujan, kita mesti menyiapkan kesehatan sebagai aset penting bagi karyawan,” ujar Rahman Arif.
Dia mengatakan, seorang pekerja harus benar benar fit saat bekerja. Sehingga, tugas tersebut memerlukan kondisi kesehatan yang prima.
Kata dia, pelayanan kesehatan yang akan didapatkan karyawan berupa pelayanan rawat inap, pelayanan pemeriksaan kesehatan rutin, standar kegawatdaruratan, pelayanan cepat dan tepat, pelayan Medical Check Up.
Setelah MoU, acara dirangkaikan dengan pemberian plakat. Pihak PT Tiran Indonesia Group dan RS Bhayangkara saling memberikan plakat kerjasama. Upaya ini menjadi simbol memperkuat komitmen kerjasama jangka panj
ang kedepannya.


