Oh My God! Dapat Quota Sekolah Garuda, Data IQ Siswa di Sultra Dibawah Rata-rata

Peran Gubernur Sultra Andi Sumangerukka disebut berpengaruh terhadap kehadiran Sekolah Garuda di Sulawesi Tenggara. ASR melalui pemprov, mampu menghadirkan sekolah unggulan ini sehingga bisa dirasakan peserta didik di Sulawesi Tenggara.

Diketahui, Sultra mendapatkan jatah 1 dari 4 sekolah unggulan yang sementara dibangun di Indonesia pada tahap awal.

Sekolah yang berlokasi di Konawe Selatan ini, rencananya akan selesai pembangunannya Mei-Juni 2026. Pada Juli 2026, diharapkan sudah bisa beroperasi.

Namun, kehadiran sekolah unggulan Presiden Prabowo Subianto ini, tidak didukung kemampuan IQ mayoritas siswa SMA dan SMK di Sultra.

Pemprov melalui Dikbud belum merilis data terbaru terkait kemampuan IQ (Intelligent Quotient) atau kemampuan intelektual siswa di Sulawesi Tenggara tahun 2026.

Cari Bibit Muda ke Liga Elit, PSM Makassar Academy Gelar Seleksi Talenta di Kendari

IQ (Intelligence Quotient) merupakan ukuran kecerdasan intelektual seseorang yang mengukur kemampuan kognitif seperti penalaran, pemecahan masalah, logika, belajar, dan memori, yang dihitung melalui tes psikologi standar. Hal ini untuk membandingkan kemampuan seseorang dengan rata-rata populasi umum.

Skor IQ berkisar dari rendah (di bawah 70) hingga sangat superior/jenius (di atas 130), yang membantu mengidentifikasi potensi intelektual atau disabilitas intelektual.

Terkait hal ini, Kadis Pendidikan Sulawesi Tenggara Prof Dr Aris Badara SPd MHum tidak mengkonfirmasi saat hendak diwawancarai wartawan. Saat berupaya dikonfirmasi melalui WhatsApp, Aris Badara juga belum membalas.

Sehingga, data IQ siswa di Sultra yang tercatat, hanya pernah dilaporkan dan terakhir dipublikasi pada 22 Juli 2024.

Saat itu, beberapa bulan sebelumnya, Dikbud Sultra melakukan tes terhadap siswa SMA dan SMK melalui teknik sampling (sampel). Tes ini melibatkan ribuan siswa.

Persiapkan Mental Wirausaha Siswa, PNM Gelar Program ‘PNM Mengajar’ untuk 2.700 Pelajar SMK

Hasilnya, mayoritas siswa masih memiliki kemampuan yang jauh dibawah standar rata-rata. Dari tes ini juga diperoleh, tidak ada siswa di Sulawesi Tenggara yang masuk kategori jenius.

Dari data asesmen tersebut, Psikolog Dikbud Sulawesi Tenggara dalam rilis data menyatakan, siswa SMA/SMK di Sultra mayoritas memiliki IQ dengan taraf rata-rata bawah.

Pihak Dikbud menjelaskan, diambil sampel siswa dari beberapa sekolah SMA dan SMK yang ada di Sultra. Kemudian sampel siswa tersebut melakukan uji IQ sebelum akhirnya diterima hasil asesmennya.

Pada tes tersebut, nilai standar yang ditetapkan yakni, Diatas rata-rata dibagi menjadi cerdas dengan angka 111 – 119, superior dengan angka 120 – 139, dan jenius di angka 140 ke atas.

Sementara untuk taraf dibawah rata-rata dibagi menjadi lambat belajar di angka 80 – 89, borderline di angka 70–79, dan tuna grahita 0–69.

Saat itu, Dikbud Sultra mengambil 1.953 sampel siswa SMA. Dari sampel tersebut didapatkan 449 siswa berada di taraf lambat belajar. Kemudian 1.269 berada di taraf borderline (rata-rata bawah), 89 siswa berada di taraf rata-rata.

Kemudian, 131 siswa berada di taraf rata-rata atas, dan 5 siswa di taraf cerdas. Untuk siswa superior dan jenius tidak ada alias nol.

Selanjutnya, pada tingkat SMK, Dikbud Sultra mengambil 1.945 sampel siswa untuk dilakukan asesmen. Hasilnya, 589 siswa berada di taraf lambat belajar, 1.217 berada di taraf rata-rata bawah. 75 siswa pada taraf rata-rata, 57 lainnya berada di taraf rata-rata atas. Kemudian untuk taraf cerdas, superior, dan jenius tidak ada. (Kendariinfo.com)

Siapkan Penerimaan Siswa Baru

Pemprov Sultra melalui Dinas Pendidikan Nasional menyatakan, sudah mempersiapkan penerimaan siswa baru, mulai 5 Februari 2026.

Sekolah Unggul Garuda Sultra juga saat ini sedang membuka pendaftaran bagi guru-guru yang akan mrngajar di sekolah tersebut.

Kadis Dikbud Aris Badara mengatakan, penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Sultra Tahun 2026 dibuka secara online pada 5-28 Februari. Dimana informasi selengkapnya dapat diakses melalui akun media sosial @sekolahgarudarri.

“Seleksi dilakukan secara nasional oleh Kemendiktisaintek, mencakup administrasi, tes akademik, tes psikologi, wawancara, dan tes kesehatan,” jelas Aris.

Diketahui, sekolah Garuda di Konawe Selatan sementara dalam pembangunan. Diperkirakan, Juli 2026 sekolah ini sudah bisa beroperasi berbasis kurikulum nasional dan internasional.