Sultra Maimo Sharia Fest 2026 yang digelar 24–26 April diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data nasional tahun 2025, sektor halal value chain telah tumbuh signifikan sebesar 6,21 persen, terutama ditopang oleh sektor pertanian dan fesyen.
Dengan potensi tersebut, festival ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan platform strategis untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih berdaya tahan. Fokus pada pengembangan UMKM berbasis syariah dan digitalisasi di Sultra dinilai mampu menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah tersebut.
Bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sultra dan berbagai pemangku kepentingan, festival tahun ini mengusung tema “Sinergi Memperkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Pengembangan UMKM dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan”.
Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi nyata untuk mendorong motor pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui pemberdayaan UMKM berbasis syariah.
“Sultra Maimo Sharia Fest diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Tenggara sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Edwin dalam sambutannya.
Penyelenggaraan Sultra Maimo Sharia Fest 2026 ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara. Selain itu, ajang ini merupakan bagian dari rangkaian regional Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 yang menjadi jalan menuju gelaran nasional Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Edwin juga memaparkan kondisi ekonomi makro. Ia menyebutkan bahwa di tengah ketidakpastian global, ekonomi nasional pada 2025 tetap tumbuh positif di angka 5,11 persen.
Untuk tahun 2026, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional akan berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen dengan inflasi yang tetap terjaga. Optimisme ini didukung oleh posisi Indonesia yang saat ini menempati peringkat ketiga dunia dalam *State of the Global Islamic Economy Indicator* (SGIE) 2025.
Melalui Sultra Maimo Sharia Fest, BI dan Pemprov Sultra berharap digitalisasi dan pengembangan UMKM dapat semakin terakselerasi, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.


