Menuju Kota Presisi, PKMI Universitas Halu Oleo Tuntaskan Peta Batas RT Melalui WebGIS di Kendari

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Internal Universitas Halu Oleo (PKMI-UHO) menuntaskan pemetaan partisipasif batas wilayah melalui aplikasi digital di Kota Kendari. Langkah ini, menjadi salah satu terobosan terbaru di Sulawesi Tenggara termasuk di wilayah Indonesia.

Pemetaan ini, meliputi pemetaan Batas Rukun Tetangga, Rukun Warga hingga penyusunan WebGIS nomor rumah serta nama kepala keluarga. Tim PKMI Universitas Halu Oleo Kendari memusatkan uji coba sampel pada salah satu kelurahan dengan tingkat heterogenitas tinggi di salah satu wilayah di Kota Kendari sejak 29 Agustus sampai 12 september 2026.

Pimpinan tim, Dr Irfan Ido SP MSi mengatakan, langkah awal penerapan teknologi digital ini dimaksudkan untuk memudahkan pemerintah dalam melakukan pendataan penduduk di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari.

Survei batas RT bersama Lurah Bonggoeya Waode Pratiwi, S.STP, Ketua RW 003, Sulkurniah dan Ketua RT 006, Sony.

Survei batas RT bersama Lurah Bonggoeya Waode Pratiwi, S.STP, Ketua RW 003, Sulkurniah dan Ketua RT 006, Sony.

“Lokasi awal, kami lakukan di RT 006/RW 003 Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari,” Ujar Irfan Ido.

Kata Irfan Ido, Program ini didukung penuh oleh Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo.

Incar Emas Porprov Sultra XV 2026, Ketua Muaythai Kendari Kebut Seleksi Atlet Potensial

Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat oleh sivitas akademika Program Pascasarjana dan LPPM Universitas Halu Oleo.

“Tujuan dari program yang kami gagas, memudahkan banyak pihak termasuk dalam hal pemberian bantuan baik yang bersifat program pemerintah dan data statistik lainnya,” kata Irfan Ido.

Survei batas RT bersama Lurah Bonggoeya Waode Pratiwi, S.STP, Ketua RW 003, Sulkurniah dan Ketua RT 006, Sony.

Survei batas RT bersama Lurah Bonggoeya Waode Pratiwi, S.STP, Ketua RW 003, Sulkurniah dan Ketua RT 006, Sony.

Dia menyatakan, penyusunan sistem informasi berbasis WebGIS bisa mendetail hingga ke pendataan nomor rumah serta data Kepala Keluarga (KK) secara digital, akurat, dan terintegrasi.

“Ini ketika digunakan secara masif, mampu membantu tata kelola administrasi wilayah di semua kabupaten dan kota di wilayah Sulawesi Tenggara,” kata Irfan.

Diketahui, program ini melibatkan sejumlah mahasiswa dan akademisi dengan segudang pengalaman. Diantaranya, Prof. Dr Ir Gusti Ayu Kade Sutariati M.Si, Dr Ir Lukman Yunus MSi, Dr Zulfikar SP MSi. Kegiatan ini juga melibatkan 10 orang mahasiswa S2 Perencanaan Pengembangan Wilayah dan S1 Geografi.

Istri Mengaku Ada Pria Lain Saat Main HP, Bikin Suami di Moramo Tega Tikam Istri Hingga Tewas ​

Peta RT 006 Kelurahan Bonggoeya hasil partisipasi dan persil PBN.

Peta RT 006 Kelurahan Bonggoeya hasil partisipasi dan persil PBN.

Gabungkan Software, Mempermudah Data

Software GIS yang digunakan oleh PKM UHO, mengadopsi sebuah aplkasi komersial mutakhir yang memiliki keunggulan tinggi dalam bidang pemetaan dan hari ini masih terus dikembangkan.

Diketahui, GIS merupakan (Geography Information System) atau SIG (Sistem Informasi Geografis). Teknologi ini, berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, mengelola, menganalisis, dan memvisualisasikan data geospasial atau data yang memiliki referensi lokasi di permukaan bumi.

Cara kerja GIS, yakni menghubungkan data ke dalam sebuah server. Dimana, akan menggabungkan data lokasi spasial (seperti koordinat, garis lintang, dan garis bujur) dengan informasi deskriptif atau data atribut (seperti nama tempat, jumlah penduduk, atau jenis tanah).

Visualisasi Peta: Menampilkan hasil pengolahan data ke dalam bentuk peta digital atau grafik interaktif agar mudah dipahami.

PKMI-UHO Kendari, menggunakan salah satu kegunaan GIS untuk memetakan data batas wilayah RT di Kota Kendari.

Irfan Ido menjelaskan, aplikasi sangat berguna sebagai peta informasi. Dengan langkah yang sudah mereka lakukan dan terbukti berhasil, memudahkan orang membaca dan melihat secara spasial (tempat dan lokasi).

“Nantinya, ketika pemetaan batas RT dan RW sudah selesai, data data lainnya bisa dimasukkan dalam website, yang bisa terhubung di semua komputer di kantor kelurahan hingga RT,” kata Irfan.

Sebagai contoh, akan memudahkan pemerintah memetakan data bantuan sosial, kondisi infrastruktur tiap RT, RW hingga kelurahan, data stunting, tingkat kehamilan, jumlah tenaga kerja dan semua data yang bersifat sebaran demografi.

“Kalau ini dilakukan, bisa jadi yang pertama di Sulawesi Tenggara. Sehingga, kedepannya akan melahirkan sebuah RT Presisi, ketika dikembangkan lebih jauh bisa berkembang menjadi kota atau provinsi presisi dari segi data real time,” ujar dosen yang pernah menjabat sebagai Ketua UK Seni Universitas Halu Oleo ini.

“Selama ini, perhitungan data statistik kita mulainya dari atas atau Up To Down, sekarang, dengan langkah ini kita mulai melengkapi data akurat sebuah kota yang dimulai dari tingkat paling bawah,” katanya.

Dia menjelaskan, selama ini potret statistik data kerap dimulai dari atas ke bawah. Padahal, untuk menjadi sebuah data yang lengkap, mesti ada informasi yang komprehensif mulai dari tingkatkan RT.

“Kalau penentuan tapal batas RT ini sudah berhasil dilakukan di tingkat Kota, Nanti tim kami akan turun dan membangun FGD untuk mempatenkan batas antar RT,” Ujar Irfan Ido.

Dia memastikan, jika batas spasial antar RT sudah clear, maka tim akan mulai memasukan data pendukung pada tiap RT. Seperti data kesehatan, ekonomi, status pekerjaan, informasi soal kondisi infrastruktur dan berbagai informasi penting terkait pembangunan.

“Intinya, sistem pemetaan berbasis web dan GIS ini, memudahkan pemerintah dalam mewujudkan program-program pembangunan di masyarakat, agar lebih akurat, sistematis dan cepat,” Pungkas Irfan Ido.