Diduga Gegara Ikan Tuna Salah Masak, 58 Siswa Keracunan MBG di Kendari

Beredar video, sejumlah siswa dilarikan ke rumah sakit di Kota Kendari. Setelah wartawan melakukan penelusuran, diperoleh data, sebanyak 58 orang siswa dan warga Kendari dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG di Kendari. Jumat (18/9/2026) sejak sore hingga pukul 21.30 Wita.

Dari 58 korban, sebanyak 54 orang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Lepo-lepo dan RS Dewi Sartika.

Keracunan siswa, diduga bersumber dari makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Kendari Baruga Watubangga.

Kepala SPPG Baruga Watubangga Kota Kendari, Sabdi Rasyid, S.KeKep, belum mengkonfirmasi saat wartawan berusaha menghubungi via telepon seluler dan pesan chat. Namun, data yang berhasil dihimpun wartawan, SPPG Watubangga bersama salah satu yayasan, diduga bertanggungjawab terkait keracunan siswa.

Informasi yang berhasil dihumpun, derdasarkan data kronologi, gejala keracunan berasal dari olahan ikan tuna yang diterima pada Kamis (17/9/2026).

Incar Emas Porprov Sultra XV 2026, Ketua Muaythai Kendari Kebut Seleksi Atlet Potensial

Kemudian, ikan sebanyak ini dimasak menjadi menu MBG. Kemudian, MBG didisttribusikan ke sejumlah sekolah, di antaranya SD Negeri 92 Kendari, SMP Negeri 23 Kendari, serta MTs dan MA Al-Askar Kendari.

Sekitar pukul 14.00 WITA, Penanggung Jawab SD Negeri 92 Kendari melaporkan temuan gejala gatal pada bibir saat melakukan tes organoleptik (uji indra). Menanggapi laporan tersebut, Kepala SPPG langsung menginstruksikan agar paket MBG di sekolah tersebut tidak dibagikan dan menarik seluruh pasokan Tahap 4.

Namun, paket makanan di kompleks Madrasah Al-Askar terlanjur dikonsumsi oleh para siswa. Pada pukul 14.30 WITA, pihak MA dan MTs Al-Askar melaporkan adanya siswa yang mengalami mual dan pusing usai mengonsumsi menu yang terdiri dari nasi putih, tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu, dan buah kelengkeng tersebut.

Petugas SPPG dan tim medis langsung menjemput korban pertama dan melarikannya ke Puskesmas Lepo-Lepo. Gelombang pasien terus berdatangan hingga malam hari.

Istri Mengaku Ada Pria Lain Saat Main HP, Bikin Suami di Moramo Tega Tikam Istri Hingga Tewas ​