Bank Sultra Juara II Akuisi QRIS 2025, Akselerasi Transaksi Nontunai

Senja pelan turun di Teluk Kendari ketika para pimpinan bank duduk melingkar di atas Kapal Pinisi. Di tengah suasana santai bertajuk Sunset Privat Trip, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) justru membicarakan percepatan digitalisasi keuangan daerah.

Dari pertemuan itulah, Bank Sultra membawa pulang kabar menggembirakan dalam hal ini menjadi Juara II Lomba Akuisisi QRIS 2025.

Penghargaan diserahkan di hadapan anggota BMPD Sultra, forum koordinasi perbankan di bawah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra.

 

Diketahui, sepanjang 2025, bank pembangunan daerah tersebut mencatatkan pertumbuhan signifikan, yakni 16.894 pengguna QRIS, 649 merchant, serta 403.373 transaksi digital.

Wow! PT Toshida Indonesia Salurkan Tiga Ekor Sapi Kurban untuk Forkopimda di Kolaka

 

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyebut penghargaan itu sebagai hasil kerja kolektif seluruh tim.

 

“Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa Bank Sultra terus bertransformasi menjadi bank yang adaptif terhadap teknologi. Dengan lebih dari 400 ribu transaksi QRIS di tahun 2025, kami berkomitmen mempermudah akses keuangan masyarakat melalui digitalisasi,” ungkapnya, Senin (9/2/2026).

Tak hanya soal QRIS, pertemuan tersebut tambahnya sekaligus dilaksanakan peluncuran Album Rupiah Meambo 2026, karya orisinal KPwBI Sultra yang kini tersedia di Spotify. Album berisi sepuluh lagu ini digagas sebagai medium kampanye Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, mengajak masyarakat memahami nilai dan penggunaan mata uang nasional melalui pendekatan seni.

Digitalisasi dan Legalitas Jadi Kunci, 300 Pelaku UMKM Bau Bau Siap Naik Kelas Bersama PNM

Atas hal itu, Andri Permana menyebut langkah tersebut sebagai inovasi komunikasi publik yang relevan.

“Peluncuran Album Rupiah Meambo adalah cara yang segar untuk mengedukasi masyarakat mengenai CBP Rupiah. Selain itu, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi pimpinan perbankan menyelaraskan program kerja 2026 agar berdampak nyata bagi ekonomi Sultra,” urainya.

Sementara itu, Kepala KPwBI Sultra, Edwin Permadi, menekankan pentingnya menjaga solidaritas di tengah target bisnis yang semakin menantang.

“Di tengah kesibukan mengejar target 2026, forum ini adalah tempat kita bersantai sekaligus mempererat persaudaraan. Agenda tahun ini akan semakin padat dengan peningkatan anggaran untuk memperluas digitalisasi sistem pembayaran dan literasi Rupiah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia memaparkan rencana peningkatan anggaran program kerja tahun 2026 menjadi sekitar Rp1,22 miliar, naik dibanding tahun sebelumnya.

“Dana tersebut diarahkan untuk memperluas edukasi keuangan digital dan mempercepat adopsi QRIS di berbagai sektor,” tandasnya.