Dendam Lama, Somalia Mati di Biliar

Kawasan Zoom KTV Cafe & Billiard, Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Senin malam (2/2/2026) sekitar pukul 20.45 Wita berubah mencekam. Seorang pria bernama Somalia, tewas usai ditikam seorang pria lainnya hingga meninggal dunia. Awalnya, sebelum terjadi pembunuhan di biliar Kendari, mereka terlibat pertengkaran, lalu berujung adu fisik, pakai kekerasan.

Pelaku bernama Edi Koling, mantan Kepala Sekuriti Zoom KTV Cafe & Billiard. Ia pernah bekerja sejak 2023 hingga Desember 2024. Sedangkan, korban juga bekerja sebagai sekuriti di tempat yang sama.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau mengungkapkan, insiden tersebut berawal dari hubungan kerja lama antara pelaku dan korban. Saat masih aktif bekerja, pelaku pernah menegur korban karena dinilai jarang masuk piket jaga. Teguran itu rupanya menyisakan sakit hati.

“Korban saat itu tidak menerima teguran dan mengucapkan kata-kata yang membuat pelaku tersinggung. Dendam tersebut terbawa hingga hari kejadian,” ungkap AKP Welliwanto Malau.

Pada hari kejadian, awalnha Edi datang ke Zoom KTV untuk bermain billiard bersama teman-temannya. Usai bermain, pelaku bertemu korban di luar gedung.

Tak Goyah Hadapi Warga Pro dan Kontra, Dir Tipidter Bareskrim Bekukan IUP PT WIN di Pemukiman Torobulu

Percakapan singkat yang bernada sindiran kembali memicu emosi pelaku. Merasa tersinggung, pelaku kemudian pulang ke rumahnya di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, untuk mengambil senjata tajam jenis badik.

Sekitar pukul 20.45 Wita, pelaku kembali ke lokasi dan mendapati korban sedang duduk di depan gedung. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mencabut badik dan menusuk dada kanan korban satu kali. Korban sempat melawan dan melarikan diri masuk ke dalam gedung sambil memegang luka tusukannya.

Kejar-kejaran pun terjadi di dalam gedung. Korban sempat mengambil stik billiard dan memukul pelaku, namun berhasil ditangkis hingga stik tersebut patah. Korban akhirnya berhasil melarikan diri keluar dari lokasi, sedangkan pelaku menghentikan pengejaran.

Korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Abeli sebelum dirujuk ke RS Bahteramas. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka tusuk tembus rongga dada. Korban dinyatakan meninggal dunia dan jenazah dibawa ke rumah duka di Kelurahan Benuanirae, Kecamatan Abeli.

Usai kejadian, pelaku sempat dicegat kakak kandungnya. Pelaku memutuskan menyerahkan diri ke Polsek Abeli bersama barang bukti senjata tajam.

Polda Sultra Gagalkan Peredaran 151 Gram Sabu di Konsel, Transaksi Dikendalikan Dari Lapas Kendari

“Pelaku mengakui saat kejadian berada dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi minuman keras,” tambah Welliwanto.

Pelaku telah diamankan di Polresta Kendari. Polisi akan memeriksa lebih lanjut.