Kapal Barang Celaka di Perairan Tanjung Taipa, Tim SAR Gabungan Evakuasi Dua ABK

Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kapal barang GT 8 yang mengalami mati mesin dan kebocoran di perairan Tanjung Taipa, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, resmi ditutup setelah seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis (13/8/2026) dini hari.

 

Peristiwa naas tersebut bermula pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 22.45 WITA. Kapal barang bermuatan dua orang Person On Board (POB) tersebut sedang bertolak dari Vesel Tonase menuju Pulau Bahubulu, Konawe Utara. Di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan teknis berupa mati mesin serta kebocoran di sekitar Tanjung Taipa, sehingga membutuhkan bantuan darurat SAR.

 

Menerima laporan darurat tersebut, Tim Rescue Pos SAR Konawe Utara langsung dikerahkan menuju Last Known Position (LKP) pada pukul 23.15 WITA. Tim menempuh jarak sekitar 20 mil laut (Nautical Mile/NM) dari Pos SAR Konawe Utara di tengah kondisi cuaca berawan, kecepatan angin 8,1 km/jam dari arah timur, dan ketinggian gelombang laut sekitar 0,5 hingga 0,75 meter berdasarkan data BMKG.

Nama Tjokorda Ngurah Agung Kembali Mencuat di Bursa Calon Jaksa Agung

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., menyampaikan bahwa Tim SAR gabungan tiba di lokasi kejadian pada pukul 02.13 WITA dan langsung melakukan penyisiran intensif di perairan sekitar Tanjung Taipa.

 

“Pada pukul 02.40 WITA, Tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua korban dalam keadaan selamat sekitar 2,19 NM arah barat dari LKP,” ujar Amiruddin.

 

Hindari Avanza, Ambulans Pengangkut Jenazah Terjun ke Jurang di Konawe

Kedua korban selamat tersebut diidentifikasi sebagai Ismail (50), warga Desa Talia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, serta Doni (31), warga Tanasa.

 

Usai ditemukan, kedua ABK langsung dievakuasi menggunakan unit Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju Pelabuhan Perikanan Molawe dan tiba pada pukul 04.48 WITA dengan selamat.

 

“Dengan ditemukannya kedua korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR kecelakaan kapal di perairan Tanjung Taipa Kabupaten Konawe Utara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” pungkas Amiruddin.

 

Operasi SAR ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, antara lain SMC & Staf SMC KPP Kendari, Pos SAR Konawe Utara, Polair Konawe Utara, serta pihak keluarga korban. Adapun alat utama (alut) yang dikerahkan meliputi rescue car, RIB, longboat, peralatan SAR medis dan evakuasi, serta sarana komunikasi keselamatan pelayaran.