Ribuan warga berkumpul di silaturahmi masyarakat Muna yang digelar di pelataran Tugu eks MTQ Kendari, Minggu (19/7/2026).
Pada momen ini, sejumlah aktivitas budaya masyarakat Muna yang sudah asing kembali ditampilkan, salah satunya budaya Modero Muna.
Modero merupakan budaya berbalas pantun tradisional yang dibawakan dengan menggunakan bahasa (wamba) Muna (Wuna). Wamba Wuna, merupakan salah satu bahasa di dunia yang masih terjaga keasliannya.
Zaman dahulu, Modero dibawakan oleh pria dan wanita. Pria berbaris sambil bergandengan tangan dengan pria lainnya. Begitupun, dengan kelompok wanita.
Lalu, kedua kelompok ini bergiliran melantunkan deretan pantun tradisional yang terdiri dari empat bait. Modero, ketika dibawakan oleh orang orang yang terampil, ia akan ditampilkan dengan rima yang apik.
Sebagai informasi, zaman dahulu, Modero digunakan saat masa bertanam (pontasu) dan panen (tobeha). Pada momen ini, warga yang berasal dari berbagai kampung, berkunjung dan bersilaturahmi di satu tempat untuk merayakan panen atau masa bertanam.
Biasanya, di momen ini ada sajian makanan makanan tradisional pada masa itu. Misalnya, tunuha (ubi yang dibakar dengan campuran gula merah), serta berbagai jenis sajian tradisional lainnya.
Seiring perkembangan waktu, budaya ini digunakan juga bagi pria yang hendak mencari pasangan wanita untuk.dinikahi. Nah, kemampuan Modero ini, salah satunya menjadi penentu bagi pasangan pria untuk diterima oleh wanita yang ia kejar.
Pada perjalanannya, Modero lalu digunakan lebih luas. Ia digunakan saat acara adat tertentu seperti pernikahan, rembug kampung hingga budaya ini dibawa menyebar ke seluruh wilayah Indonesia melalui orang orang Muna.
Ada yang menarik, ketika modero dibawakan di Momen silaturahmi, Ketua Kerukunan Masyarakat Muna La Ode Darwin ikut turun langsung mengatur dan mengerahkan warga yang menyaksikan.
Ia meminta ribuan warga di sekitar lokasi eks MTQ untuk duduk berbaris rapi. Alasannya, agar ribuan warga lainnya yang berada di barisan belakang bisa duduk ikut menyaksikan penampilan para pria dan wanita yang membawakan Modero.
Diketahui, acara silaturahmi kerukunan masyarakat Muna di Kendari, ikut dihadiri oleh Wali Kota Kendari, Gubernur Sulawesi Tenggara serta sejumlah kepada daerah.
Pada momen ini juga, sejumlah pemuja adat, tokoh pemuda dari berbagai Suku yang ada di Sulawesi Tenggara ikut hadir. kehadiran mereka sebagai bentuk dukungan dan penghargaan keanekaragaman budaya yang ada di Bumi Anoa.


