Mediasi Buntu Utang Ayam Potong, Peternak di Konsel Tewas Ditebas Debitur

Seorang pria di Konawe Selatan bunuh rekan usai ditagih utang ayam potong, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Tak mau membayar utang senilai ratusan juta, peternak di Konsel tebas rekannya pakai celurit.

Parahnya, peristiwa terjadi di rumah Kepala Desa Wundumbolo, Kecamatan Tinanggea. Saat itu, proses mediasi baru selesai berlangsung.

Korban yang memberikan utang diketahui berinisial HR (35). Sedangkan pelaku, berinisial CH (58).

Kasatreskrim Polres Konawe Selatan, AKP Laode M Jefri Hamzah menceritakan, bisnis jual beli ayam potong antara keduanya berakhir perselisihan. Mereka sudah berbisnis sejak November 2025.

“Korban menagih pembayaran ayam yang telah dipasok kepada pelaku,” ujar AKP LM Jefri, Jumat (6/2/2026).

Tak Goyah Hadapi Warga Pro dan Kontra, Dir Tipidter Bareskrim Bekukan IUP PT WIN di Pemukiman Torobulu

Menyodorkan tiga nota transaksi kepada pelaku, korban mengklaim pelaku memiliki utang sekitar Rp 200 juta. Namun, pelaku membantah nota utang yang diperlihatkan korban.

“Pelaku tidak mengakui jumlah utang tersebut karena merasa ada selisih pengambilan ayam,” kata Jefri.

Konflik mereka kemudian melibatkan pemerintah desa. Saat mediasi pertama, pelaku bersedia membayar sebagian utang sebesar Rp 42 juta. Kemudian, pihak desa menyaksikan keduanya membuat surat kesepakatan.

Namun, kesepakatan itu ternyata berubah. Lalu, pihak desa kemudian mempertemukan mereka kedua kalinya.

“Awalnya mediasi berlangsung kondusif dan ditutup dengan rencana penyelesaian secara kekeluargaan,” kata Jefri.

Polda Sultra Gagalkan Peredaran 151 Gram Sabu di Konsel, Transaksi Dikendalikan Dari Lapas Kendari

Namun, setelah mediasi kedua selesai, pelaku ternyata tidak puas. Pelaku kemudian menyetang korban yang sementara duduk minum kopi di teras rumah kepala desa.

“Pelaku mengayunkan celurit ke leher korban satu kali hingga korban terjatuh dengan luka parah,” ungkap Jefri.

“Korban meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam jenis celurit pada bagian leher,” lanjut Jefri.

Usai kejadian, korban sempat dibawa ke Puskesmas Tinanggea. Namun, tidak tertolong diduga akibat luka parah.

“Dokter menyatakan korban telah meninggal dunia akibat luka fatal di bagian leher,” tambahnya.

Polisi kemudian turun ke lokasi dan mengamankan pelaku. Polisi juga menyita barang bukti sebilah celurit.

“Pelaku sudah diamankan dan proses hukum sedang berjalan,” pungkas Jefri.