Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatatkan kinerja positif pada realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja sepanjang Semester I (Januari–Juni) Tahun 2026.
Total investasi yang masuk ke Bumi Anoa dalam kurun waktu enam bulan pertama tahun ini mencapai lebih dari Rp18,55 triliun.
Capaian tersebut ditopang oleh kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) yang masih mendominasi porsi investasi di Sulawesi Tenggara, disusul oleh pergerakan aktif dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Rincian Realisasi Investasi Semester I 2026
1. Triwulan I (Januari – Maret 2026)
Pada triwulan pertama, realisasi investasi mencatatkan angka yang sangat signifikan sebesar Rp13.105.624.852.016 (Rp13,10 Triliun).
PMA: Rp8,33 triliun (63,62%)
PMDN: Rp4,76 triliun (36,38%)
2. Triwulan II (April – Juni 2026)
Memasuki triwulan kedua, investasi tambahan yang tercatat mencapai Rp5.446.483.107.206 (Rp5,44 Triliun).
*PMA: Rp3,03 triliun (55,73%)
* **PMDN:** Rp2,41 triliun *(44,27%)*
Total Akumulasi Realisasi Investasi Semester I: Rp18.552.107.959.222 (~Rp18,55 Triliun).
Serapan Tenaga Kerja Mendominasi Tenaga Kerja Lokal (TKI)
Sejalan dengan masuknya arus modal, aktivitas investasi di Sulawesi Tenggara turut mendorong pembukaan lapangan kerja baru secara masif.
Sepanjang Semester I Tahun 2026, akumulasi serapan tenaga kerja mencapai 10.463 orang, dengan mayoritas diisi oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Triwulan I:
Total serapan: 4.437 orang**
TKI: 4.181 orang (94,23%)
TKA: 256 orang (5,77%)
Triwulan II:
Total serapan: 6.026 orang (meningkat dibanding TW I
* TKI: 5.932 orangb(98,44%)
* TKA: 94 orang (1,56%)
Secara keseluruhan sepanjang Semester I 2026, penyerapan tenaga kerja terbagi atas:
* Tenaga Kerja Indonesia (TKI): 10.113 orang (96,65%)
*Tenaga Kerja Asing (TKA): 350 orang (3,35%)
Komitmen Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal
Data menunjukkan trend positif pada proporsi penyerapan tenaga kerja lokal. Di Triwulan II, persentase penyerapan TKI naik signifikan menjadi 98,44%, sementara persentase TKA mengalami penurunan dari 5,77% di TW I menjadi 1,56% di TW II.
Hal ini mencerminkan komitmen sektor investasi dalam memprioritaskan serta memberdayakan sumber daya manusia lokal di wilayah Sulawesi Tenggara.


