Target Nur Alam, Unsultra Punya RS Kampus dan Fakultas Kedokteran

Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) bersiap melakukan lompatan besar dalam pengembangan institusi. Ketua Pembina Unsultra, Nur Alam, mencanangkan pembangunan rumah sakit kampus sekaligus menginstruksikan pembentukan Fakultas Kedokteran sebagai langkah strategis universitas ke depan.

Rencana besar tersebut disampaikan Nur Alam di hadapan para wisudawan dalam prosesi wisuda yang digelar pada Rabu (15/4/2025). Menurutnya, kehadiran rumah sakit dan fakultas kedokteran merupakan bentuk nyata kontribusi kampus dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Pembangunan rumah sakit ini adalah bagian dari pengembangan institusi sekaligus upaya meningkatkan pengabdian masyarakat. Saya mengarahkan pimpinan universitas untuk segera melakukan persiapan matang guna membentuk Fakultas Kedokteran,” ujar Nur Alam dalam sambutannya.

 

Menekankan Tata Kelola dan Integritas

Lantik 247 Wisudawan, Rektor Unsultra: Ini Langkah Awal Menuju Tantangan Global

Selain rencana ekspansi fisik, mantan Gubernur Sultra ini juga memberikan catatan serius mengenai tata kelola yayasan. Ia menegaskan bahwa Unsultra adalah milik masyarakat, sehingga pengelolaannya harus tunduk pada Undang-Undang Yayasan serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku.

Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan, termasuk dinamika pergantian pembina, harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang benar dan kajian akademik yang matang agar dapat dipertanggungjawabkan.

Kepada para lulusan, Nur Alam menekankan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab besar. Ia memperingatkan agar para alumni tidak menyalahgunakan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama masa kuliah.

Empat Pesan Nur Alam Diantaranya:

*ntegritas:Lulusan wajib menjaga nama baik almamater dan etika profesi.

Disnakertrans Sultra Rekrut Magang ke Jepang, Peluang Penghasilan Hingga Rp500 Juta!

*Moralitas: Ilmu pengetahuan harus selalu berjalan beriringan dengan nilai moral.

*Karakter: Pendidikan bukan sekadar kecerdasan intelektual, melainkan pembentukan karakter untuk membangun bangsa.

 

“Ilmu harus diiringi dengan moral. Tanpa itu, keahlian justru bisa membawa dampak buruk bagi masyarakat dan negara. Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab nyata di tengah masyarakat,” pungkasnya.