Tim Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Provinsi Sulawesi Tenggara gagal merebut medali di PON Beladiri II Kudus 2024. Tim Forki Sultra menurunkan 5 karateka pada lima kelas berbeda, dibawah pelatih Indra Jaya Tahrir
Kelimanya yaikni, Asman Herdani, Muhammad Dani Ode Tua, Zaki, Irgi dan Fachrul Nasrun Salili.
Dari hasil pertandingan, Asman Herdani mengantongi dua kali kemenangan pada nomor kata Perorangan. Namun, harapan meraih medali perunggu gagal usai langkahnya berhenti pada babak semifinal.
Harapan sempat muncul saat laga kedua Muhammad Dani OdeTua. Ia bertarung di kumite kelas -60 kilogram. Namun, keunggulan Fahrel Apriansyah atlet asal Lampung, mampu mencekal Dani.
Optimisme tim Forki Sultra masih berlanjut pada hari kedua, Kamis (24/10/2025). Tersisa nomor Kata Beregu Putra dan Kumite Putra kelas -67 Kg. Namun, tim Sultra hanya mampu bertahan hingga babak penyisihan.
Atlet karateka Sultra Fachrul Nasrun Salili, takluk saat berhadapan melawan karateka DKI Jakarta. Lawannya, Angga Apprilian unggul dengan skor telak 6-1.
“Kemampuan atlet semua daerah sudah sama. Sudah merata semua provinsi. Pengalaman tanding dan jam terbang para atlet sudah sama,” kata pelatih tim karate Sultra Indra Jaya Tahrir di Arena Djarum Foundation Kudus.
Indra menambahkan, faktor lainnya yang mempengaruhi penampilan atlet di lapangan adalah tempat pemanasan dengan tempat pertandingan jauh.
“Di dalam ruangan juga kan AC (Air Conditioner) jadi dingin kembali. Kita menunggu di luar tidak boleh. Harus menunggu di dalam. Jadi badan dingin kembali lagi,” ujar Indra.
Hal lain yang menyebabkan tidak maksimalnya atlet yakni faktor teknis. Terungkap, tim karate Sultra persiapannya minim saat training center di Sulawesi Tenggara. Mereka hanya memiliki waktu hampir satu bulan.
“Kedua, partner latihan. Kita bicara di kumite butuh partner latihan. Sementara hanya Fachrul dan Dani. Mereka kurang partner latihan. Itu pun saya coba imbangi juga semampu saya,” ujar Indra.
Faktor teknis atlet, menurut Indra cukup membuat tim Sultra kewalahan. Salah seorang karateka kelas kumite, Fachrul sempat mengalami cedera patah jempol kiri.
“Main maksimal sebisa mungkin, menghindari benturan,” kata Indra.
Peluang Medali Tim Sultra
Saat ini, tinggal cabor Wushu yang menjadi harapan tim Sultra. Diketahui, tim Wushu Sultra menurunkan 4 orang atletnya pada PON Beladiri II Kudus.
Peluang menambah medali masih terbuka dari Cabang olahraga Wushu yang mengawali pertandingan Jumat (24/10/2025).
Atlet Dede Yusuf Efendi dan Muh Irpan Syah mengawali laga gemilang yang memenangkan pertandingan penyisihan.
PON Bela Diri II sudah dimulai sejak 11-26 Oktober 2025 di Kudus, Jawa Tengah (Jateng). Sebanyak 38 propinsi ikut ambil bagian dalam event kejuaraan beladiri terbesar di Indonesia ini.
Ketua Kontingen, Pahri Yamsul menjelaskan, pihaknya mengirim 52 orang atlet bela diri. Mereka akan berlaga di delapan cabor.
Atlet sebanyak ini terdiri dari 11 orang atlet kempo, 8 atlet sambo, enam taekwondo, lima gulat, lima atlet karate, empat wushu dan 3 orang tarung derajat.
Saat ini tim Sultra sudah mengantongi 9 medali di PON Beladiri. Diantaranya, Kempo (1 perak-1 perunggu), taekwondo (1 perak-2 perunggu), pencak silat (2 perunggu), sambo (2 perunggu).


