Balai Karantina Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah proaktif menekan risiko penularan penyakit zoonosis berbahaya di Kota Kendari. Melalui aksi sosial vaksinasi rabies massal gratis, sebanyak 122 ekor hewan peliharaan berhasil disuntik vaksin oleh tim dokter hewan karantina, Selasa (29/9/2026).
Langkah preventif yang digelar di Kantor Karantina Sultra ini menyasar Hewan Penular Rabies (HPR) milik warga setempat. Berdasarkan data resmi Karantina Sultra, total hewan yang divaksinasi mencakup 116 ekor kucing, 5 ekor anjing, dan 1 ekor monyet.
Kepala Karantina Sulawesi Tenggara, A. Azhar, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian integral dari komitmen biosekuriti dalam melindungi keselamatan masyarakat dari ancaman rabies, penyakit menular yang berisiko fatal bagi manusia.
“Sebagai benteng perlindungan hayati di daerah, Karantina Sulawesi Tenggara tidak hanya berfokus pada pengawasan lalu lintas komoditas di pintu perbatasan udara maupun laut. Melalui gerakan vaksinasi massal gratis ini, kami hadir langsung di tengah masyarakat untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga ketahanan kesehatan hewan kesayangan dari ancaman penyakit menular,” ujar Azhar.
Layanan imunisasi gratis yang disambut antusias oleh para pemilik hewan sejak pagi hari tersebut juga difungsikan untuk memperkuat sistem kekebalan HPR di wilayah Kendari, sekaligus mempertahankan status Provinsi Sulawesi Tenggara agar tetap aman dari lonjakan wabah Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
Selain sebagai instrumen pengendalian penyakit di tingkat lokal, aksi sosial ini dilaksanakan sebagai rangkaian perayaan menyambut peringatan ke-149 Hari Karantina.
Menjelang momentum bersejarah tersebut, Karantina Sultra menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan pengawasan lalu lintas komoditas di titik-titik gerbang utama, termasuk Bandara Haluoleo dan pelabuhan laut setempat. Di samping itu, lembaga ini terus mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai agenda kemanusiaan dan edukasi, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, anjangsana, jalan sehat, hingga program Go to Campus.


