Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diguncang tiga kali gempa bumi berturut-turut di tiga kabupaten/kota berbeda, Kamis (16/7/2026) sore hingga malam hari.
Berdasarkan laporan berkala dari Stasiun Geofisika Kendari (Stageof Kendari), ketiga gempa tersebut tergolong sebagai gempa tektonik berkekuatan mikro (di bawah Magnitudo 3,0) dengan kedalaman dangkal.
Gempa pertama dilaporkan mengguncang wilayah Kabupaten Buton Utara pada sore hari pukul 16:54:20 WIB (atau 17:54:20 WITA). Gempa bumi ini memiliki kekuatan Magnitudo 2,2. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 4.86 Lintang Selatan (LS) dan 123.27 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berpusat di darat pada jarak 13 kilometer arah Tenggara Buton Utara dengan kedalaman 14 kilometer.
Hanya berselang kurang dari tiga puluh menit, gempa kedua terjadi dan menggetarkan wilayah ibu kota provinsi, Kota Kendari, pada pukul 17:28:36 WIB (18:28:36 WITA). Gempa berpusat di wilayah Timur Kendari ini berkekuatan Magnitudo 2,0. Posisi episenter berada di koordinat 3.95 LS dan 122.69 BT, berjarak sekitar 20 kilometer arah Timur Kendari dengan tingkat kedalaman yang sangat dangkal, yakni 4 kilometer.
Aktivitas tektonik di Sultra belum berhenti. Pada malam harinya, pukul 22:20:48 WIB (23:20:48 WITA), BMKG kembali mencatat guncangan gempa ketiga yang melanda wilayah Kabupaten Bombana. Gempa di bagian selatan Bombana ini berkekuatan Magnitudo 2,2 dengan episenter pada koordinat 5.47 LS dan 121.80 BT. Pusat gempa terdeteksi berada di laut pada jarak 83 kilometer arah Selatan Bombana dengan kedalaman 5 kilometer.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa bumi bermagnitudo rendah tersebut. Pihak BMKG Kendari tetap mengimbau masyarakat di wilayah pesisir dan daratan Sultra agar tidak panik namun tetap waspada, serta selalu memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG yang terverifikasi.


