Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan OJK Sulawein Tenggara berupaya meningkatkan literasi jasa keuangan hingga ke pelosok. Untuk mewujudkan ini, OJK Sulawesi Tenggara berupaya mengakselerasi pemerataan literasi keuangan masyarakat dengan beberapa cara jitu.
Diantaranya, pembentukan duta literasi keuangan dan edukasi serta kampanye literasi keuangan. Upaya ini melibatkan personil OJK, Industri Jasa Keuangan dan pemerintah daerah.
Kepala Kantor Perwakilan OJK Sulawesi Tenggara Maulana Bismi Nugraha mengatakan, pihaknya berupaya memastikan tidak ada satupun warga Sultra yang tertinggal.dari akses keuangan yang layak dan aman.
“Kami mengapresiasi Gubernur Sulawesi Tenggara dan kepala daerah, karena selama 4 tahun terakhir, banyak sekali acara OJK yang Tidak dihadiri oleh kepala daerah,” ujar Bismi Maulana saat memberikan sambutan di depan kepala daerah saat acara puncak BIK 2015 di Kendari.
Bismi Maulana melanjutkan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara lebih tinggi dibanding ekonomi nasional. Hal ini merupakan hasil dari semua sinergitas yang dibangun stakeholder di daerah dengan semua unsur pelaku ekonomi dan bisnis.
“Gerakan Bulan Inklusi Keuangan, bukan hanya sekedar kampanye. Namun lebih jauh merupakan gerakan penyelamatan ekonomi Sulawesi Tenggara,” katanya.
Kata dia, gerakan literasi dan Inklusi keuangan secara nasional dan wilayah Sulawesi Tenggara, sejalan dengan program Asta cita Nasional Presiden Prabowo. Sehingga, OJK dan melibatkan semua stakeholder bekerja keras agar program presiden bisa sejalan dengan program peningkatan literasi keuangan.
Data OJK Sulawesi Tenggara, saat ini sudah dilakukan pembentukan 743 duta literasi Keuangan. Mereka berasal dari hampir semua kalangan, mulai dari OJK Sulawesi Tenggara, pemerintah daerah, IJK, pelaku usaha, pengusaha UMKM, nelayan, mahasiswa BDAN pelajar, petani, hingga warga di daerah pelosok.
“OJK Sulawesi Tenggara juga melakukan sosialisasi keuangan hingga ke daerah pelosok, secara masih pada 17 kabupaten dan kota,” tulis Bismi Maulana Nugraha dalam rilisnya.
Selain itu, ada kampanye Literasi Keuangan mulai dari masyarakat di perkotaan hingga pedesaan. Secara keseluruhan, ada sebanyak 339 kegiatan yang melibatkan 150.644 peserta.


