Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan salah seorang Bos tambang emas ilegal di Bombana, Haji Kamaruddin, Jumat (24/7/2026). Pria yang dikenal di kampung dengan sapaan Haji Kama ini, diamankan bersama puluhan barang bukti dan beberapa orang lainnya.
Hal ini dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Ditreskrimsus Polda Sultra Kombes Pol Dody Ruyatman. Penangkapan dilakukan saat operasi skala besar terhadap aktivitas pertambangan ilegal di Desa Wumbubangka Kecamatan Rarowatu Utara, Kamis (23/7/2026).
Dalam penertiban gabungan yang melibatkan Personel Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD) serta Pemda Kabupaten Bombana tersebut, petugas berhasil menyapu bersih sejumlah titik lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Dalam operasi ini, Tim mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti alat berat pengolahan emas.

Penyisiran tambang emas ilegal di Bombana oleh Polda Sultra.
Bikin Koperasi, Saingi Kopdes?
Salah seorang warga di Desa Rarowatu Utara, Ikhsan Calli mengungkapkan, Haji Kamarudin ternyata tengah merintis satu lembaga Koperasi yang ia dirikan bersama beberapa orang penambang emas ilegal.
Kata Calli, Koperasi ini, sudah beberapa lama ia dirikan, kemudian beroperasi di wilayah tempat ia bermukim.
“Kantor koperasi ada di rumahnya, orang orang kadang kumpul disitu,” Ujar Ikhsan Calli.
Orang yang dimaksud Ikhsan Calli, merupakan pekerja dan penambang emas ilegal. Mereka menjadikan rumah Haji Kama sebagai kantor Koperasi dan kadang berkumpul. Sejumlah pekerja, penambang emas ilegal diketahui sudah menyetor iuran di Koperasi ini.
“Nama koperasinya Koperasi Alfa Rizki Ramadhan,” Ujar Calli.
Diketahui, saat ini Haji Kama dalam pengamanan Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara. Bersama dia dan beberapa orang lainnya, juga diamankan puluhan alat penyedot emas, mesin tromol, crusher dan satu set peralatan pengolahan emas ilegal.
Terkait keberadaan Koperasi Alfa Rizki Ramadhan, Ditreskrimsus Polda Sultra Kombes Pol Dody Ruyatman belum membalas pesan saat dikonfirmasi. Juga, Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Kristanto juga tidak membalas pesan wartawan terkait keberadaan koperasi ini.


