Kawal Demokrasi Sejak Dini: Bawaslu Muna Barat Cetak Agen Pengawas Partisipatif Pemilu 2029

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Muna Barat resmi menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Kantor Bawaslu Kabupaten Muna Barat, Jumat (3/7/2026). Mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”, program strategis ini dirancang untuk memperkuat keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal integritas demokrasi sejak dini.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat di Kabupaten Muna Barat. Seluruh peserta merupakan warga yang secara sukarela mendaftarkan diri demi mengambil peran nyata dalam mengawasi jalannya kontestasi politik di daerah tersebut.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Bahari, dengan didampingi langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Muna Barat beserta jajaran pimpinan.

Kata Bahari, pendidikan pengawas partisipatif ini menjadi salah satu pilar utama Bawaslu meningkatkan kapasitas publik sebagai mitra strategis dalam pengawasan seluruh tahapan pemilu ke depan.

Momen Bisikan La Ode Darwin ke Bahlil, Bikin Hangat Suasana dan Gelak Tawa

 

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Muna Barat menegaskan, P2P merupakan langkah nyata lembaganya untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas demokrasi.

 

“Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas Bawaslu, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat, jujur, adil, dan berintegritas,” kata Bahari.

Bahari, juga menekankan, tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan sebuah ajakan konkret bagi masyarakat agar tidak pasif dan mau mengawal setiap tahapan pemilu.

Sultra Maimo Fest: BSI Sultra Sabet Juara I di IWABA Idol 2026

“Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan sekadar kegiatan pembelajaran, melainkan gerakan bersama untuk membangun budaya pengawasan yang melibatkan publik. Ketika masyarakat berfungsi sebagai pengawas dan bergerak bersama Bawaslu, maka kita telah meletakkan fondasi yang kuat untuk Pemilu 2029 yang bermartabat,” ungkap Bahari.

Usai seremonial pembukaan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan sesi pendalaman materi oleh tiga narasumber ahli, yakni Bahari (Kordiv Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Sultra), Ketua Bawaslu Kabupaten Muna Barat, serta Izhar selaku Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Muna Barat.

Materi yang dibedah meliputi penguatan sistem demokrasi, metode pengawasan partisipatif, strategi pencegahan pelanggaran pemilu, hingga peran strategis masyarakat dalam menjaga muruah penyelenggaraan pemilu.

Melalui agenda P2P 2026 ini, Bawaslu Kabupaten Muna Barat menargetkan para alumni pelatihan dapat bertransformasi menjadi agen pengawasan di lingkungan masing-masing, sekaligus menularkan semangat pengawasan partisipatif kepada masyarakat luas. Langkah ini diharapkan mampu mempererat sinergi publik dan pengawas guna menciptakan pemilu yang demokratis, akuntabel, dan mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat.