Kejadian unik sekaligus menyentuh hati terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Seorang wanita yang terbaring kesakitan akibat serangan maag akut di tengah malam nekat menghubungi pihak kepolisian melalui media sosial demi meminta bantuan obat-obatan.
Peristiwa tersebut berlangsung di sebuah indekos yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, pada Senin (5/10/2026) dini hari.
Laporan berawal saat Tim Perintis Presisi Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang menjalankan patroli rutin pencegahan gangguan kamtibmas. Di tengah tugas, tim menerima pesan singkat (DM) melalui akun Instagram resmi mereka dari seorang warga yang mengaku butuh bantuan darurat karena sakit maag.
Komandan Tim (Dantim) Perintis Presisi Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, mengungkapkan bahwa anggotanya sempat merasa ragu saat membaca pesan tersebut. Sebab, pihaknya beberapa kali menerima laporan palsu atau aduan fiktif dari oknum tidak bertanggung jawab.
“Awalnya kami curiga jangan sampai ditipu lagi, karena sudah banyak laporan masuk yang setelah kita datangi ternyata nihil,” ungkap Bripka Boy Sagita, Senin (5/10/2026).
Namun, pertimbangan jarak lokasi yang berdekatan dengan rute patroli membuat tim memutuskan untuk langsung mengecek keberadaan pelapor. Setibanya di lokasi, petugas mendapati kondisi pelapor memang benar-benar membutuhkan pertolongan medis.
“Ternyata betul, dia sedang terbaring kesakitan,” tambahnya.
Dari hasil interaksi di lokasi, wanitwa tersebut mengaku hidup sebatang kara di Kendari tanpa sanak keluarga. Kendala makin bertambah karena ia tidak memiliki kendaraan untuk keluar mencari apotek yang buka 24 jam di waktu dini hari.
Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, Bripka Boy sempat menawarkan bantuan untuk mengevakuasinya ke rumah sakit terdekat. Namun, wanita tersebut menolak secara halus dan mengaku kondisinya akan membaik jika segera meminum obat lambung.
Tanpa ragu, personel Tim Perintis Presisi Polda Sultra langsung bergegas mencarikan obat yang dibutuhkan dan menyerahkannya secara langsung kepada korban di kamar kosnya. Aksip sigap ini menjadi bukti nyata kepedulian kepolisian dalam melayani masyarakat, tidak hanya dalam urusan kriminalitas tetapi juga dalam situasi darurat kemanusiaan.ksna


