Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Sulawesi Tenggara (Unsultra), Dr H Nur Alam, SE MSi menyampaikan arahan penting mengenai arah kebijakan serta penguatan konsolidasi internal civitas akademika Unsultra.
Dalam pidatonya, Nur Alam menekankan pentingnya membangun hubungan dan jalinan kerja sama yang kuat di lingkungan universitas. Langkah ini dinilai sangat krusial guna memperkokoh tata kelola kampus, menjaga independensi lembaga pendidikan, serta memastikan seluruh dinamika dan program kerja universitas dapat berjalan optimal dan selaras dengan regulasi yang berlaku.
“Upaya ini dilakukan untuk memastikan Unsultra tetap teguh menjaga standar tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas,” tegas Nur Alam.
Ia menambahkan bahwa dengan sinergi yang solid di antara jajaran dewan pembina, pengurus yayasan, hingga pimpinan universitas, Unsultra akan makin mantap dalam menghadapi berbagai tantangan serta memberikan kontribusi pendidikan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Wisuda Sarjana S1 dan S2 Unsultra 2026 di Kendari, Rabu (9/9/2026).
Konsep STEM Nur Alam
Dalam kesempatan tersebut, mantan Gubernur Sultra ini menyoroti konsep STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bukan sekadar disiplin ilmu akademis, melainkan filosofi dan pedoman dalam menjalani kehidupan.
Pada poin pertama, yakni Science (Sains), ia mengajak para wisudawan untuk belajar memahami kenyataan berdasarkan bukti dan fakta, bukan sekadar asumsi atau keinginan pribadi. Di tengah gempuran arus informasi, algoritma media sosial, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI), tantangan terbesar masyarakat saat ini bukanlah kekurangan informasi, melainkan krisis kemampuan memilah informasi.
”Saya berharap lulusan Unsultra bukan hanya berpendidikan, tetapi mampu berpikir kritis. Jangan mudah percaya hanya karena sesuatu itu viral atau banyak orang mengatakannya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa berpikir kritis membutuhkan kerendahan hati untuk menerima fakta ilmiah dan kenyataan di lapangan.
”Berpikir kritis berarti bersedia mengikuti kebenaran, bahkan ketika kebenaran itu memaksa kita untuk mengakui bahwa kita keliru,” tambah Nur Alam.
Memasuki poin kedua (Technology), Nur Alam mengingatkan para lulusan agar tidak sekadar menjadi pengguna pasif dari perkembangan teknologi modern, melainkan mampu memanfaatkannya secara bijak dan produktif demi kemajuan masyarakat.
Nur Alam menegaskan, kelulusan bukanlah sekadar mengukur seberapa tinggi pencapaian individu, melainkan seberapa besar kontribusi yang membawa dampak positif bagi sesama.
“Ini bukan hanya tentang seberapa tinggi kita bisa naik, tetapi tentang seberapa banyak yang bisa kita bawa naik bersama kita,” tegas Dr. Nur Alam di hadapan ratusan wisudawan, wisudawati, serta para orang tua dan tamu undangan yang hadir.
Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara tersebut mengingatkan bahwa hari pengukuhan kelulusan merupakan awal dari tanggung jawab baru untuk terjun langsung ke tengah masyarakat dan kancah global dengan membawa nama almamater.

Wisuda Sarjana S1 dan S2 Unsultra 2026 di Kendari, Rabu (9/9/2026).
Ia menekankan agar para lulusan mampu mengombinasikan berbagai disiplin ilmu, mentalitas inovatif, serta keberanian dalam menghadapi tantangan masa depan melalui dua poin utama:
Pola Pikir Analitis dan Inovatif: Lulusan diminta untuk berpikir kritis seperti seorang ilmuwan, bermimpi kreatif layaknya inovator, membangun struktur kehidupan dengan presisi seorang insinyur, serta memiliki perhitungan matang seperti matematikawan.
Nilai-Nilai Kemanusiaan: Di atas keberhasilan akademis dan teknis, wisudawan diimbau untuk tetap menjaga integritas moral, berpegang teguh pada nilai kemanusiaan, senantiasa mencari kebenaran, serta menciptakan solusi bagi tantangan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nur Alam juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan, orang tua, serta seluruh sivitas akademika yang telah mendukung perjalanan akademik para mahasiswa hingga mencapai momen wisuda.
“Hari ini adalah hari kelulusan Anda, besok adalah hari pertama Anda membangun sesuatu. Pergilah, bangunlah, dan jadilah bagian dari generasi yang bukan hanya mampu membaca masa depan, tetapi berani menciptakannya,” pungkasnya.


