Literasi Keamanan Produk, Tim Universitas Muhammadiyah Kendari dan Unusra Edukasi Kader Posyandu di Konawe

Tim Dosen dari Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (UNUSRA) menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Posyandu Plus: Agen DETAK” di Desa Garuda, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe. Program ini bertujuan mendorong kader Posyandu untuk tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi agen penggerak literasi keamanan produk konsumsi dan pola hidup sehat di tengah masyarakat.

​Dalam kegiatan ini, sebanyak 12 kader Posyandu mendapatkan pembekalan intensif mengenai hak konsumen, strategi komunikasi edukatif, serta panduan aktivitas fisik bagi warga.

​Tim pelaksana dipimpin oleh Ismi Fadjriah Hamzah, S.H., M.H. (UMK) selaku ketua tim, bersama Ulfah Attamimi, M.I.Kom. (UMK) dan Suryani, S.Pd., M.Pd. (UNUSRA), dengan melibatkan mahasiswa pendamping dari kedua perguruan tinggi tersebut.

​Ketua Tim Pengabdian, Ismi Fadjriah Hamzah, menjelaskan bahwa kader Posyandu dipilih sebagai sasaran utama program karena memiliki kedekatan strategis dengan masyarakat, khususnya kelompok ibu rumah tangga.

​”Kader Posyandu adalah figur yang dekat dan dipercaya masyarakat. Karena itu, mereka tidak cukup hanya memahami layanan Posyandu, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memberikan edukasi yang menyentuh kebutuhan sehari-hari keluarga, termasuk bagaimana memastikan produk yang dibeli aman dan layak dikonsumsi,” ujar Ismi.

Incar Emas Porprov Sultra XV 2026, Ketua Muaythai Kendari Kebut Seleksi Atlet Potensial

 

​Ismi menambahkan, saat ini masih banyak warga yang membeli produk pangan olahan maupun obat bebas tanpa memeriksa informasi penting seperti izin edar resmi dan tanggal kedaluwarsa.

​Guna mengubah kebiasaan tersebut, para kader dibekali dengan perangkat khusus berupa KIT DETAK dan Kartu Pintar Tiga Langkah. Perangkat ini dirancang secara praktis agar kader dapat memandu warga memeriksa kelayakan kemasan secara cermat dan mandiri.

​”Kami ingin mengubah kebiasaan masyarakat dari sekadar membeli menjadi membeli dengan teliti. Target kami bukan hanya kader memahami materi, tetapi mereka mampu menjadi agen perubahan yang meneruskan edukasi ini secara berkelanjutan di desa,” tegasnya.

​Kolaborasi Lintas Keilmuan dan Pengembangan Pola Hidup Sehat

Istri Mengaku Ada Pria Lain Saat Main HP, Bikin Suami di Moramo Tega Tikam Istri Hingga Tewas ​

​Program Posyandu Plus ini menggabungkan tiga keilmuan utama: pemahaman regulasi dan perlindungan konsumen, komunikasi edukatif, serta pendidikan jasmani dan kesehatan.

​Dosen UNUSRA, Suryani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa selain edukasi produk konsumsi, program ini juga berfokus pada pengembangan Posyandu sebagai pusat interaksi masyarakat yang aktif dan sehat. Tim pengabdian turut menyerahkan sarana kebugaran untuk menunjang aktivitas fisik warga Desa Garuda.

​”Melalui bantuan sarana kebugaran, para kader dilatih memandu gerakan senam sederhana yang aman dan terarah bagi kelompok lansia maupun ibu-ibu. Dengan demikian, Posyandu dapat menjadi ruang interaksi yang sehat dan aktif,” terang Suryani.

​Sambutan positif datang dari Ketua Mitra Desa Garuda, Rasmianti, S.Pd. Ia mengapresiasi dukungan pelatihan dan fasilitas yang diberikan oleh tim dosen.

​”Pelatihan dan bantuan peralatan dari tim dosen ini sangat bermanfaat bagi para kader. Kami jadi lebih percaya diri mengedukasi warga agar teliti sebelum membeli barang kebutuhan. Posyandu kami juga kini memiliki kegiatan senam bersama secara rutin,” tutur Rasmianti.

​Sebagai informasi, kegiatan pengabdian lintas kampus ini dilaksanakan melalui kolaborasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMK dan UNUSRA sebagai wujud pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi. Program ini didanai sepenuhnya oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendiktisaintek RI Tahun Anggaran 2026.