Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa serangkaian kebijakan pemerintah mulai membuahkan hasil nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memimpin kegiatan Rembuk Tani di Desa Pombulaa Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (7/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan menyampaikan sejumlah poin krusial terkait kebijakan sektor pertanian, antara lain:
* Harga Gabah Stabil: Harga gabah kini ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram tanpa adanya syarat pemotongan kadar air yang selama ini dinilai merugikan para petani.
* Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi: Harga pupuk bersubsidi resmi turun hingga 20%, menjadikan harga Urea senilai Rp90.000 per zak dan NPK Phonska senilai Rp92.000 per zak.
* Rekor Nilai Tukar Petani (NTP): Nilai Tukar Petani untuk komoditas padi dan jagung berhasil menyentuh angka 131, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Menyokong kebijakan tersebut, PT Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayah Sulawesi Tenggara dan Indonesia Timur berada dalam posisi aman. Stok pupuk untuk Regional IV (Sulawesi, Maluku, dan Papua) saat ini mencukupi kebutuhan hingga 2,5 bulan ke depan dengan total mencapai 350 ribu ton.
Guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang musim tanam, alokasi stok di tingkat kios ditingkatkan menjadi 20 ton per lokasi. Proses penebusan pupuk bersubsidi dilaporkan berjalan lancar bagi seluruh petani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Aspirasi Infrastruktur Pertanian dan Program Bioflok
Meski mengapresiasi kemudahan akses pupuk saat ini, para petani setempat yang hadir dalam Rembuk Tani memanfaatkan momentum untuk menyampaikan aspirasi mendesak. Petani mendorong pemerintah segera melakukan normalisasi Kali Wanggu yang mengalami pendangkalan sejak tahun 1985, serta memohon perbaikan bendungan tua guna mencegah luapan air yang kerap merusak lahan persawahan. Menanggapi keluhan tersebut, Menko Pangan berkomitmen untuk segera menindaklanjuti permasalahan infrastruktur irigasi itu.
Sebagai langkah lanjutan penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat pedesaan, pemerintah juga mengumumkan dorongan percepatan pembangunan 40.000 unit bioflok tematik yang akan tersebar di berbagai desa di Indonesia.


