Misterius, Kematian Kepala Pelabuhan Tampo Usai Cegat Kapal Tongkang Nikel di Muna

Basarnas Kendari menemukan dan mengevakuasi korban terakhir kasus tongkang nikel tabrak ketinting di Muna, La Onus (51). Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Rabu (22/10/2025) sekitar 5,6 mil laut dari lokasi kecelakaan. Saat itu, kapal yang ditumpangi korban bersama dua rekannya, ditabrak tongkang nikel PT Buana Maritim tujuan Pomalaa Kolaka yang berasal dari Morowali, Sulawesi Tengah.

 

Diketahui, La Onus semasa hidupnya bekerja sebagai Kepala Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (KUPP) Penyeberangan Fery Tampo Kabupaten Muna. Di sekitar wilayah tugasnya, merupakan rute ramai hilir mudik kapal tangkap ikan dan umum.

 

Kematian La Onus berawal dari kapal tongkang Nikel PT Buana Maritim menabrak kapal ketinting berisi 3 orang penumpang, Sabtu (18/10/2025) siang. Ketiganya diketahui bernama La Onus (kepala Pelabuhan Tampo), La Rone (63) dan Muhtari (48). Kedua korban terakhir, merupakan nelayan setempat.

 PT WIN Tak Beroperasi, Ini Dampaknya Bagi Warga Torobulu 

Muhari berhasil selamat, usai berenang menjauh dari lokasi. Sedangkan La Rone, tenggelam dan ditemukan sehari setelah kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari Amiruddin mengungkapkan, korban La Onus ditemukan Rabu (21/10/2025) pukul 6.15 Wita. Selanjutnya, Basarnas langsung mengevakuasi korban ke rumah keluarga.

“Kami bersyukur, korban tongkang nikel tabrak ketinting di Tampo akhirnya bisa ditemukan setelah 4 hari pencarian. Dengan ini, kami nyatakan operasi ditutup,” ujar Amiruddin.

Sebelumnya, Tim KPP Kendari bekerja maksimal di lokasi untuk menemukan keberadaan dia korban. Korban pertama, La Rone (63) ditemukan sudah meninggal dunia Minggu (19/10/2025).

Sedangkan Muhtari (48), berhasil selamat usai melompat dan berenang dari lokasi tabrakan nikel vs tongkang yang terjadi di perairan antara Pulau Renda-Tampo Kabupaten Muna.

Kolaborasi OJK-Polda Sultra Tangani Penindakan Hukum di Sektor Jasa Keuangan

Misteri Kematian La Onus

Sampai hari ini, belum ada yang bisa mengungkap alasan La Onus nekat mencegat tongkang yang sedang melaju di jalur tangkap ikan antara perairan Pulau Renda – Tampo Kabupaten Muna.

Terkait insiden tongkang tabrak kapal nelayan, Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Sultra AKBP Tendri Wardi menjelaskan, sudah memeriksa pengemudi tongkang dan nelayan selamat. Dia mengatakan, pemeriksaan berlangsung hingga Senin (20/10/2025) siang.

Namun, atas perintah ‘pimpinan’ kasus nikel tabrakan Nikel vs Tongkang di Muna, saat ini sudah dipindahkan ke Polres Muna. Subdit Gakkum Polda Sulawesi Tenggara hanya memback-up data dan informasi terkait pemeriksaan terhadap pihak terlibat .

Alasan kasus ini dipindahkan ke Polres Muna, karena lebih dekat dengan lokasi kejadian. Sehingga, menurut polisi, bakal memudahkan penyelidikan dan pemeriksaan.

Selain itu, pengemudi kapal tongkang nikel PT Buana Maritim dan korba nelayan selamat Muhtari, sempat diperiksa Kantor Syahbandar Kendari. Namun, sampai berita ini dirilis, pihak Syahbandar belum memberikan jawaban saat wartawan berusaha mengkonfirmasi.

Alasan Korban Cegat Tongkang 

Tendr Wardi menjelaskan kronologi kejadian usai memeriksa Muhtari (48) nelayan yang selamat dari tongkang tabrak kapal nelayan di Tampo. Muhtari mengaku diminta korban La Onus (51) untuk mengemudikan perahunya menuju tengah laut.

“La Onus mengatakan kepada kedua nelayan, hendak naik ke atas tongkang yang sedang melaju di tengah laut,” ujar Tendri Wardi.

Muhtari dan La Rone (63)- nelayan korban tewas, langsung mengantar La Onus menuju tongkang yang sedang melaju di laut, menggunakan ketinting.

Namun, menurut Tendri Wardi, La Onus tidak menjelaskan kepada kedua orang nelayan yang mengantarkanya, apa tujuan ia hendak mencegat tongkang nikel yang sedang melaju di jalur pelayaran nelayan dan kapal umum di wilayah itu. Hal itu, menurut Tendri disampaikan Muhtari di depan penyidik Polair Polda Sultra saat pemeriksaan.

Tendri Wardi mengatakan, penyidik sudah menanyakan kepada nelayan selamat dari insiden, alasan La Onus meminta Muhari dan La Rone mendekat ke arah tongkang nikel yang sedang melaju. Namun, Muhtari mengaku hanya mendengar arahan korban La Onus agar kapal ketinting mendekat ke tongkang nikel tanpa mengetahui tujuannya.