OJK Sultra Edukasi Kampung Terapung di Buton Tengah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara terus menyasar sejumlah wilayah pelosok terkait edukasi literasi keuangan. Hal ini menjadi upaya menyamaratakan level pemahaman seluruh lapisan masyarakat di kota dan pedesaan.

Bukan hanya di sekitar Kota Kendari, tempat OJK Sulawesi Tenggara berkantor, namun aksi ini berupaya melompat jauh ke sejumlah kabupaten di wilayah pelosok Sultra.

Terbaru, OJK mengedukasi pengetahuan keuangan masyarakat di Desa Terapung Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Dalam event ini, OJK berkolaborasi bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) yang berasal BPD dan BPR. Kedua lembaga ini, menjadi salah satu partner aktif OJK Sulawesi Tenggara menyentuh masyarakat pesisir di pelosok.

 

Digitalisasi dan Legalitas Jadi Kunci, 300 Pelaku UMKM Bau Bau Siap Naik Kelas Bersama PNM

Hadir sebagai pemateri yakni, Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Pelindungan Konsumen, Edukasi dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMSt) OJK Provinsi Sulawesi Tenggara Shintia Wijayanti.

Shintia menyatakan, OJK Sultra ingin mengedukasi secara komprehensif terkait level pemahaman masyarakat mengenai produk keuangan legal yang diawasi OJK Sultra.

Kata Sintia, fenomena judi online dan investasi bodong, pinjaman online ilegal, menjadi kasus yang paling sering mendapat aduan di OJK. Sehingga, semua lapisan masyarakat tidak terkecuali di pesisir, harus waspada dan memahami serta bisa memilah dengan bijak.

Salah seorang peserta di lokasi menceritakan, sejak bertahun-tahun, masyarakat di Desa Terapung hanya mengenal beberapa macam produk perbankan. Sehingga, ia dan seluruh peserta yang hadir menyadari, pentingnya kehadiran OJK di wilayah ini agar memberikan masukan serta arahan yang berguna bagi masyarakat nelayan.

“Kali juga mengucapkan terimakasih kepada pihak OJK yang sudah jauh jauh mengunjungi kami di wilayah ini, semoga ilmu yang dibawa untuk kami menjadi pedoman di masa mendatang,” ujar Hudiah, warga setempat.

Atasi Krisis Air Bersih, Yayasan Dharul Ashar Aliri 430 Rumah di Pulau Kabaena Secara Gratis

Selain Hudiah, beberapa orang warga memanfaatkan momen untuk menyerap informasi berguna tentang industri jasa keuangan. Beberapa orang warga mengeluhkan, layanan perbankan umum yang jauh dari desa mereka.

Kepala bagian PEPK dan LMSt Syntia, menyampaikan harapan, peserta edukasi literasi keuangan di Desa Terapung dapat menyampaikan ilmu yang sudah mereka peroleh. Sehingga, masyarakat lain yang tidak hadir karena halangan, bisa belajar dan paham dari mereka.