Seorang oknum anggota Brimob asal Resimen II Pasukan Pelopor (Paspelopor) Korps Brimob Polri yang bermarkas di Bogor, menembak kaki seorang warga di Bombana, Kamis (8/1/2026). Usai Brimob tembak warga di Bombana, beredar sebuah video viral, salah seorang anggota Brimob diarak puluhan warga lalu dikeroyok oleh sejumlah pemuda.
Dalam rekaman video viral yang beredar, anggota Brimob ini awalnya digiring puluhan pria. Beberapa diantaranya, menggunakan senjata parang.
Anggota polisi yang mengenakan sweater biru dan celana cokelat tersebut, diarak menuju seorang pria tua berusia sekitar 50 tahun lebih. Pria tersebut ternyata sudah terkena tembakan pada bagian punggung kaki kirinya.
Setelah sempat adu mulut, beberapa orang pria langsung berupaya melayangkan pukulan ke arah anggota Brimob tersebut. Tidak mampu melawan balik, dia hanya menangkis sambil berusaha keluar dari kerumunan.
Dalam video beredar, pria tua korban tertembak, hanya mampu duduk dan berteriak kesakitan. Terlihat ia mengenakan jaket biru, topi dan kacamata hitam. Pada bagian kakinya, sudah dalam kondisi berdarah- darah dan diikat perban.
Terkait insiden ini, Kasat Reskrim Polres Bombana melalui Iptu Hakim membenarkan penembakan terjadi sekitar pukul 11.00 Wita.
Lokasi kejadian berada di Desa Wambarema Kecamatan Poleang Utara. Dalam kejadian Ini, diduga melibatkan 4 orang anggota Brimob asal resimen II pelopor.
Pihak Polres Bombana, melalui Kasi Humas Polres Bombana Iptu Abdul Hakim membenarkan kasus penembakan.
“Kami mengkonfirmasi bahwa benar pada tanggal 08 Januari 2026 terjadi insiden penembakan di lokasi tambang illegal di Desa Wambarema,” ujar Iptu Abdul Hakim.
Iptu Abdul Hakim mengatakan, keempatnya berdinas pada Brimob Resimen Dua yang melaksanakan BKO di Sultra.
“Setelah terduga pelaku diamankan di Polres Bombana selanjutnya keempat terduga pelaku telah dijemput oleh Bidpropam Polda Sulawesi Tenggara dan telah dibawa ke Polda Sultra untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam,” ujar Abdul Hakim.
Dalam keterangan polisi, korban mengalami satu luka tembak pada punggung kaki sebelah kiri. Saat ini, ia telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Tanduale Kabupaten Bombana.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi awal, kejadian dimulai ketika sejumlah orang yang diduga sebagai personel Brimob datang ke lokasi tambang dan memberikan peringatan untuk menghentikan aktivitas.
Situasi kemudian menjadi tidak terkendali dikarenakan terjadi adu mulut antara masyarakat dengan personil Brimob tersebut hingga terjadi tembakan.
Polres Bombana juga menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Untuk proses penyelidikan Brimob tembak warga Bombana, kasus ini telah di ambil alih oleh Polda Sultra dan akan dilaksanakan secara objektif dan transparan. Semua proses akan dilakukan sesuai aturan untuk menjaga keadilan bagi semua pihak,” kata Abdul Hakim.


