Sultra Terancam Kekeringan dan Inflasi Tinggi, Menko Pangan Zulhas Salurkan Bantuan Beras di Kendari

Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menghadapi dampak serius dari kemarau panjang yang memicu kekeringan lahan pertanian hingga memicu lonjakan inflasi bahan pokok. Merespons situasi tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan turun langsung menyerahkan bantuan pangan di Kota Kendari, Selasa (6/10/2026).

Musim kemarau menjelang akhir tahun 2026 ini berdampak pada sedikitnya 500 hektar lahan sawah di Sultra yang mengalami krisis air hingga mengancam volume panen petani. Bahkan, kekeringan tercatat telah memicu kasus gagal panen pada puluhan hektar tanaman jagung pakan ternak di Kabupaten Konawe Selatan.

Selain masalah kekeringan di wilayah produsen seperti Konawe dan Konawe Selatan, Sultra juga mencatatkan angka inflasi bahan pokok tahunan (year-on-year) mencapai 4,17 persen pada September 2026. Kondisi ini menekan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan inti sehari-hari.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan, pemerintah mengumumkan langkah strategis tanggap darurat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta mengendalikan harga pasar di tengah kemarau ekstrem.

“Pemerintah telah menyetujui penyaluran bantuan pangan sebesar 1 juta ton beras yang diperuntukkan bagi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada desil 1 hingga desil 4 di seluruh Indonesia,” ujar Zulkifli Hasan.

Incar Emas Porprov Sultra XV 2026, Ketua Muaythai Kendari Kebut Seleksi Atlet Potensial

Ia menjelaskan, setiap KPM akan menerima alokasi 10 kilogram beras per bulan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026. Bantuan tersebut disalurkan sekaligus sebanyak 30 kilogram per keluarga mulai pekan depan.

Guna menekan tingginya harga beras pasar yang saat ini menembus Rp15.000 per kilogram, pemerintah bersama Perum Bulog turut menggelar program intervensi beras subsidi sebanyak 1 juta ton dengan patokan harga Rp12.500 per kilogram. Untuk sektor peternakan, pemerintah menyiapkan subsidi jagung pakan sebanyak 150 ribu ton seharga Rp5.000 per kilogram.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan mendampingi Penjabat Gubernur Sultra Andi Sumangerukka meninjau pelaksanaan Gerakan Pasar Murah yang melibatkan ribuan warga dan distributor bahan pokok setempat.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 342 ribu warga kurang mampu di Sultra yang terdata sebagai penerima bantuan pangan. Sultra bahkan mencatatkan capaian realisasi penyaluran beras bantuan terbesar di Indonesia.

“Sebanyak 92 juta kilogram beras bantuan telah disalurkan. Di antaranya termasuk penyaluran beras SPHP sebesar 24,66 juta kilogram yang porsinya menembus 152 persen dari target,” kata Andi Sumangerukka.

Istri Mengaku Ada Pria Lain Saat Main HP, Bikin Suami di Moramo Tega Tikam Istri Hingga Tewas ​

Sebagai langkah penanganan inflasi daerah, Pemprov Sultra juga telah menggelar Gerakan Pasar Pangan Murah sebanyak 231 kali yang tersebar di 17 kabupaten dan kota sepanjang tahun 2026.