Pria di Kendari Suruh Kekasih Aborsi Lalu Ditinggal Saat Pendarahan di Kamar Kos

Seorang wanita perantau yang berasal dari salah satu daerah, sempat terlantar di salah satu rumah sakit di Kota Kendari. Wanita berinisial YS (24) itu hamil karena hubungan diluar nikah pada Oktober 2025, disuruh menggugurkan bayi yang ia kandung akibat hubungan diluar nikah.

Miris, saat kandungan sudah gugur usai meminum obat-obatan pada Oktober 2025, ia ditinggal sendiri saat bertahan melawan sakit akibat mengalami pendarahan hebat di kamar kosnya.

Y menceritakan kepada wartawan, I sang kekasih kabur dari rumah kos. Ia bahkan tak mendampingi Y saat tengah dirawat medis di RS Bhayangkara Kendari.

Kenal di Medsos

Y menceritakan, ia mulai mengenal kekasihnya di media sosial. Pertemuan itu membawa mereka ke hubungan pacaran. Keduanya kemudian menjalin hubungan pacaran sejak Mei 2025.

Diduga Sentuh Kabel Telanjang di Pulau Bokori, Pelajar Asal Kendari Tewas Tersengat Listrik

Setelah saling mengenal, keduanya tinggal bersama hingga November 2025 di sebuah indekos di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.

Sekitar Oktober 2025, Y mengetahui dirinya hamil. Sempat membeli alat tes kehamilan, keyakinan Y makin kuat soal kondisi tubuhnya.

Saat mengadu ke sang kekasih, Ia mengaku tidak mau hal ini diketahui orang tuanya. Karana alasan itu, ia meminta YS menggugurkan kandungan yang sudah berusia sekitar 3 Minggu.

YS yang dikonfirmasi menceritakan, dia diminta meminum obat yang dipesan sang kekasih melalui salah seorang rekannya.

“Saya minum obat 4 biji. Sekali minum,” ujar YS, Senin (15/12/2025).

Pertahankan Lahan, Kakek di Konsel Adang Ekskavator yang Dikawal Brimob Polda Sultra

Kondisi Kesehatan Y Memburuk

Usai menggugurkan kandungannya, kesehatan Y mulai memburuk. Ia mengaku mengalami pendarahan pada mulut dan kemaluan.

“Awalnya Oktober 2025 saya pendarahan, kemudian November 2025 lagi,” ujar YS.

Kata YS, pendarahan ini terjadi sejak Oktober hingga November. Saat sedang tidur malam, ia mengaku keluar darah dari mulutnya. Kejadian awal ini dua kali, terakhir Movement 2025.

“Saya pernah haid selama sebulan, darah keluar terus meski sedikit sedikit, itu terjadi di kamar kos karena pacar saya takut saya ke rumah sakit nanti terungkap,” ujar YS.

I Pulang Kampung Ditemani Orang Tua

Bukannya mendapat pertolongan dan perhatian dari kekasihnya, I yang mengadu ke orang tuanya ternyata tak mendapat tanggapan baik.

Terakhir kali berjumpa I, Jumat (12/12/2025), ia datang bersama orang tuanya ke kamar kos. Namun, saat sempat bercerita dan mengadu, bukannya membawa YS ke rumah sakit namun ia membawa keluar anaknya pulang ke kampung.

“Dia bawa pakaiannya dan sebuah tabung gas, kembali ke kampung,” ujar YS.

Saat dihubungi wartawan, Senin (15/12/2025) YS mengungkap, masuk rumah sakit pada pagi hari yang sama. Namun, menjelang sore hari, ia memutuskan keluar dari rumah sakit dan dirawat di rumah orangtuanya yang berada di kabupaten tetangga.

“Saya keluar siang dari rumah sakit, masuk pagi,” ujarnya.

Saat wartawan berusaha mengkonfirmasi I, hingga kini belum memberikan respon. Ia tak mengaktifkan nomor telepon.