Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di Muara Bone Balano, Desa Lasama, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Memasuki hari keenam operasi Search and Rescue (SAR) pada Kamis (28/5/2026), fokus penyisiran diperluas hingga ke beberapa pulau di sekitarnya.
Korban hilang di Muna Barat diketahui bernama Farida, seorang perempuan berusia 45 tahun yang merupakan warga setempat. Ia dilaporkan hilang sejak Sabtu (23/5/2026) siang saat tengah mencari kerang bersama keluarganya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, menjelaskan bahwa operasi pencarian pada hari keenam ini dimulai sejak pukul 08.00 WITA dengan membagi tim gabungan ke dalam dua sektor utama.
“Tim 1 bergerak menggunakan *rubber boat* untuk menyisir area dari Pelabuhan Tondasi hingga ke *Last Known Position* (LKP) atau lokasi terakhir korban diketahui, serta mencakup beberapa Pulau Madaringa dengan luas area pencarian mencapai 2 mil laut (*Nautical Mile*/NM²),” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya, Kamis (28/5/2026).
Sementara itu, lanjut Amiruddin, Tim 2 dikerahkan menggunakan *longboat* untuk melakukan penyisiran dari arah Pelabuhan Lasama menuju LKP hingga menjangkau perairan Pulau Bangkomalampe.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah namun berpotensi terjadi hujan ringan, dengan kecepatan angin bertiup sekitar 5,1 km/jam dari arah barat daya.
**Kronologi Kejadian**
Peristiwa ini bermula pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu, korban bersama anggota keluarganya pergi ke Muara Bone Balano di Desa Lasama dengan maksud untuk mencari kerang laut. Sesampainya di lokasi, mereka kemudian berpencar guna mengumpulkan kerang.
Petaka mulai disadari pada siang hari sekitar pukul 13.30 WITA. Ketika seluruh anggota keluarga berkumpul kembali untuk bersiap pulang, Farida tak kunjung terlihat di tempat pertemuan. Pihak keluarga bersama warga desa sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar muara, namun karena hasilnya nihil, kejadian tersebut akhirnya dilaporkan ke pihak Basarnas.
Operasi kemanusiaan yang melelahkan ini terus diupayakan tanpa henti, termasuk tetap berjalan secara penuh meski bertepatan dengan momen Hari Raya Iduladha pada Rabu (27/5/2026) kemarin.
Dalam misi penyelamatan Farida hilang di muara sungai Muna Barat ini, sejumlah unsur terkait diterjunkan secara terpadu. Selain staf KPP Kendari dan Personel Unit Siaga SAR Muna, operasi ini juga melibatkan anggota Polsek Tikep, Babinsa, Polair, aparat Desa Lasama, masyarakat sekitar, serta pihak keluarga korban.
Guna menunjang kelancaran tugas di lapangan, tim SAR gabungan di Muna Barat dilengkapi dengan berbagai fasilitas alat utama (alut) seperti rescue car, rubber boat, longboat, peralatan komunikasi, serta peralatan keselamatan dan peralatan medis penunjang evakuasi.


