Aliansi Pemuda Watubangga (APW) menggelar aksi demonstrasi menuntut pertanggungjawaban terkait proyek penimbunan Lapangan Mokole So’u di Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka. Proyek yang menelan anggaran daerah hampir setengah miliar rupiah tersebut dinilai dikerjakan secara “asal jadi” dan berpotensi gagal fungsi.
Kekecewaan massa dipicu kualitas material timbunan yang dinilai tidak standar dan cenderung berlumpur. Selain itu, pengabaian pengerjaan drainase dikhawatirkan akan mengubah lapangan olahraga tersebut menjadi rawa saat musim hujan tiba.
“Pembangunan sarana publik adalah untuk rakyat, bukan untuk memperkaya kontraktor dengan memberikan kualitas cacat,” tegas Koordinator Lapangan APW, Haikal Saym, dalam orasinya.
Ia mendesak, pejabat kecamatan bertindak tegas demi menjaga wibawa pemerintah di mata masyarakat.
Tuntutan Audit Teknis dan Mediasi
Dalam aksi tersebut, pemuda mendesak Camat Watubangga untuk berhenti bersikap pasif dan segera menjadi fasilitator guna mempertemukan mereka dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Bupati Kolaka. Tujuan utamanya adalah dilakukannya audit teknis kelayakan terhadap pekerjaan tersebut.
Ketua Karang Taruna Watubangga, Rahmad Hidayat, menambahkan bahwa pihaknya hanya meminta pemerintah kecamatan berdiri di sisi masyarakat.
“Kami berharap pemerintah kecamatan melakukan mediasi agar kami bisa bertemu Kadispora dan Bupati guna memastikan nasib pembangunan lapangan ini,” ujarnya.
Kesepakatan dan Ancaman Mosi Tidak Percaya
Setelah tekanan dari ratusan massa, aksi berakhir dengan penandatanganan surat pernyataan oleh Camat Watubangga. Dalam kesepakatan tersebut, Camat berjanji akan melayangkan surat resmi kepada Bupati dan Kadispora Kolaka dalam waktu maksimal tiga hari kerja untuk menjadwalkan audiensi bersama pemuda.
APW menegaskan akan terus mengawal janji tersebut. Jika dalam waktu yang ditentukan kesepakatan tidak dijalankan, massa mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar dan melayangkan mosi tidak percaya kepada Pemerintah Kecamatan Watubangga.
Camat Watubangga, Muhammad Ibnu Munsyir sempat bertemu demonstran. Dia mengatakan, pekerjaan ini satkernya berada di Dispora Kolaka. Sedangkan, pihak Kecamatan Watubangga hanya menerima dan diberitahukan jika pekerjaan sudah akan dimulai atau telah selesai.
“Namun, pada intinya kami menerima poin-poin tuntutan dari teman-teman dan Insya Allah secepatnya akan kami tindak lanjuti bahkan pada hari ini juga akan langsung kami sampaikan kepada Bupati Kolaka” ujar Muhammad Ibnu Munsyir.


