Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang wanita yang hilang di Muara Bone Balano, Desa Lasama, Kabupaten Muna Barat, memasuki hari ketujuh. Setelah itu, pihak SAR akan secara resmi menghentikan pencarian pada Jumat (29/5/2026).
Meski pencarian secara resmi disudahi karena telah mencapai batas waktu standar operasi, pihak Basarnas menegaskan operasi ini tidak ditutup sepenuhnya.

Tim SAR Kendari melakukan pencarian di Muna Barat terhadap korban hilang di Muara Bone Bolango.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS melalui Humas SAR Wahyudi mengungkapkan, pencarian dihentikan namun akan dibuka kembali jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan operasi SAR sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kendati demikian, pemantauan dan koordinasi akan terus dilakukan,” kata Amiruddin melalui Wahyudi.
“Hari ini adalah operasi pencarian terakhir selama tujuh hari terakhir. Operasi tidak ditutup namun, pencarian secara resmi dihentikan,” jelas Amiruddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5/2026).
Pada hari terakhir ini, Tim SAR gabungan telah memulai pergerakan sejak pukul 07.00 WITA dengan membagi kekuatan menjadi dua tim. Tim 1 dikerahkan menggunakan *rubber boat* untuk menyisir area dari Pelabuhan Tondasi hingga lokasi terakhir korban terlihat (Last Known Position/LKP) serta di sekitar muara. Sementara Tim 2 menggunakan longboat menyisir dari Pelabuhan Lasama menuju LKP.
Selain penyisiran langsung, Tim SAR juga melakukan pemapelan (maklumat) kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan Bombana, perairan selatan Tiworo, dan perairan Buton Tengah guna memperluas jangkauan informasi. Kendati cuaca dilaporkan cerah berpotensi hujan ringan dengan kecepatan angin 6,7 km/jam dari arah timur, keberadaan korban belum juga membuahkan hasil.
Peristiwa ini bermula pada Sabtu, 23 Mei 2026 lalu, sekitar pukul 08.00 WITA. Korban bernama Farida (45), seorang warga Desa Lasama, pergi bersama keluarganya ke Muara Bone Balano untuk mencari kerang laut. Sesampainya di lokasi, mereka berpencar. Namun, saat seluruh anggota keluarga berkumpul kembali pada pukul 13.30 WITA, Farida tidak kunjung terlihat. Upaya pencarian mandiri oleh keluarga dan masyarakat setempat saat itu tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak Basarnas.
Operasi SAR selama sepekan ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya SMC dan Staf SMC KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, Polsek Tikep, Babinsa, Polair, SROP Kolaka, SROP Baubau, SROP Muna, aparat Desa Lasama, masyarakat sekitar, serta keluarga korban. Berbagai alat utama seperti rescue car, rubber boat, longboat, peralatan medis, evakuasi, dan komunikasi juga telah dimaksimalkan selama operasi berlangsung.
Kontak Informasi Penting
Bagi masyarakat, nelayan, atau kru kapal yang melintas di sekitar perairan Muna Barat, Bombana, Tiworo, maupun Buton Tengah, dan melihat tanda-tanda atau jasad korban, diharapkan segera menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari melalui kontak resmi berikut:
* **Emergency Call (Basarnas Central):** 115 (Bebas Pulsa)
* **Telepon/WhatsApp Kantor:** 08114034115 / 082225555168
* **Telepon Mandiri:** (0401) 3196557
* **Alamat Kantor:** Jln. Kapten Pierre Tendean No. 91, Kec. Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.


