Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Sisir 40 Mil Laut Cari Nelayan Asal Wawonii Hilang di Perairan Bombana

Tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap Tuang alias Igo (37), seorang nelayan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan yang dilaporkan hilang di perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana. Memasuki hari kedua operasi pada Minggu (7/6), fokus pencarian diperluas dengan membagi tim menjadi dua sektor utama.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) BASARNAS Kendari, Amiruddin A.S., mengungkapkan bahwa operasi SAR lanjutan dimulai sejak pukul 07.00 WITA.

Untuk memaksimalkan pergerakan, area pencarian nelayan hilang di Boepinang, dipecah menjadi dua lokasi berbeda dengan cakupan masing-masing wilayah seluas 20 Nautical Mile persegi (NM²), atau total radius penyisiran mencapai 40 NM².

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di lokasi pencarian hari ini dilaporkan cerah dengan kecepatan angin berembus dari arah timur mencapai 18,5 km/jam. Kendati demikian, tim di lapangan tetap diimbau waspada terhadap tinggi gelombang laut yang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter.

Kronologis hilangnya korban bermula pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 15.00 WITA. Korban bersama juragan kapal Pa’gae bernama H. Daeng Gassing beserta 11 orang Anak Buah Kapal (ABK) lainnya bertolak ke laut untuk mencari ikan. Pada pukul 17.45 WITA, kapal mulai melepas jaring di sekitar lokasi kejadian.

Konsisten Bela Warga Rentan, Ketua KAI Sultra Andri Darmawan Raih Penghargaan Nasional di Rakernas 2026

Memasuki pukul 18.45 WITA, korban nelayan asal Wawonii, meminta izin untuk buang air besar ke laut dengan memanfaatkan sepotong gabus sebagai alat pelampung darurat, sementara 10 rekan lainnya tetap fokus menarik jaring ikan ke atas kapal.

Namun petaka terjadi sekitar pukul 19.30 WITA, sesaat setelah seluruh jaring berhasil dinaikkan. Juragan kapal yang menyalakan mesin untuk melanjutkan perjalanan tidak lagi menemukan keberadaan korban di permukaan air. Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan oleh kru kapal malam itu juga, namun hasilnya nihil hingga laporan resmi diteruskan ke pihak BASARNAS.

Dalam operasi hari kedua ini, sejumlah unsur dikerahkan secara terpadu di bawah komando SAR Mission Coordinator (SMC) dan Staf SMC KPP Kendari. Unsur gabungan tersebut meliputi personel Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, Polair Bombana, Pos AL Bombana, kru kapal Pa’gae, kru longboat, serta bantuan dari masyarakat nelayan setempat.

Alat utama (Alut) yang diterjunkan untuk membelah ombak meliputi Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal Pa’gae, perahu mesin longboat, peralatan keselamatan medis, peralata evakuasi, hingga instrumen komunikasi taktis guna memastikan koordinasi berjalan mulus di tengah laut. Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan secara berkala

Izin Buang Air Besar Pakai Pelampung Gabus, Seorang Nelayan Hilang di Boepinang Bombana