Ditinggal Kakak Singgah Berak di Sungai, Anak 12 Tahun Hilang Misterius di Kebun Konawe Selatan

Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun bernama Fiqih, dilaporkan hilang secara misterius di kawasan perkebunan Desa Ulusena Jaya Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara. Korban dinyatakan hilang setelah ditinggal sang kakak yang mampir sebentar ke sungai untuk buang air besar.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) BASARNAS Kendari, Amiruddin A.S., mengungkapkan bahwa pihaknya pertama kali menerima laporan kondisi membahayakan manusia ini pada Sabtu (13/6/2026) pukul 10.01 WITA dari Kepala Desa Ulusena Jaya, Imam Akbar.

“Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 10.20 WITA kami langsung memberangkatkan Tim Rescue KPP Kendari menuju LKP (Last Known Position) untuk memberikan bantuan SAR. Jarak tempuh ke lokasi sekitar 60 kilometer dari kantor kami,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya, Sabtu siang.

 

Digerebek Warga di Kantor Lurah Poasia, Dua Lurah di Kendari Nonaktif

Kronologi Kejadian

Peristiwa hilangnya korban bermula pada Jumat, 12 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu, Fiqih bersama kakak kandungnya sedang dalam perjalanan menuju kebun milik keluarga.

Di tengah perjalanan, kakak korban tiba-tiba merasakan sakit perut lalu memutuskan untuk singgah berak di sungai terdekat. Korban pun diminta untuk menunggu di suatu titik di sekitar jalur perlintasan tersebut.

Namun nahas, setelah urusan sang kakak selesai dan ia kembali ke tempat semula, Fiqih sudah tidak ada di lokasi. Kakak korban sempat melakukan pencarian di sekitar area tersebut namun tidak membuahkan hasil. Ia kemudian pulang dan melaporkan kejadian ini kepada pihak keluarga.

Upaya pencarian mandiri telah dilakukan oleh pihak keluarga dan warga sekitar sejak kemarin, tetapi hingga Sabtu pagi korban belum juga ditemukan, sampai akhirnya dilaporkan ke BASARNAS.

Ngamar di Kantor Lurah, Dua Pejabat di Kendari Diamuk Massa Diduga ‘Open BO’ Kurang Bayar

 

Operasi SAR Skala Besar Diluncurkan

Untuk mempercepat proses pencarian di medan perkebunan, BASARNAS Kendari menurunkan berbagai peralatan canggih dan unit pendukung keselamatan.

“Dalam operasi ini, tim di lapangan menggunakan beberapa alat utama (alut) seperti rescue car, ambulans, motor trail, hingga drone thermal (pesawat tanpa awak dengan sensor suhu tubuh) untuk menyisir area perkebunan dari udara,” tambah Amiruddin.

Selain itu, peralatan penyelamatan medis (palsar medis), palsar evakuasi, dan peralatan komunikasi juga dikerahkan secara penuh.

Operasi SAR ini dipimpin langsung oleh SAR Mission Coordinator (SMC) beserta staf KPP Kendari, dengan melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Rescuer KPP Kendari, aparat Desa Ulusena Jaya, masyarakat sekitar, serta pihak keluarga korban.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah hingga hujan ringan, dengan kecepatan angin berkisar 5,1 km/jam dari arah tenggara berdasarkan data BMKG. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif di lapangan demi menemukan keberadaan Fiqih.