MPM Unsultra : Jangan Jual Mahasiswa Kritik Kampus, Birokrasi Sementara Berbenah

Mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menolak tegas aksi yang mengatasnamakan kepentingan mahasiswa, namun dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di kampus. Hal ini disampaikan berdasarkan demonstrasi sekelompok mahasiswa yang menyatakan tidak puas atas kinerja kampus, Selasa (3/2/2026).

Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unsultra, Fikran. menegaskan agar tidak ada pihak yang membawa-bawa nama dan kepentingan mahasiswa untuk agenda tertentu yang tidak mewakili kondisi riil di kampus.

“Jangan melakukan aksi dengan mengatasnamakan kepentingan mahasiswa, padahal itu hanya kepentingan kelompok pengikut mantan rektor yang sudah tidak lagi menjabat,” kata Fikran dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Fikran menilai, narasi yang menyebut mahasiswa sebagai korban tidak sesuai dengan fakta yang terjadi saat ini di lingkungan Unsultra. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak merasa dirugikan sebagaimana yang disuarakan dalam aksi tersebut.

“Kami mahasiswa tidak merasa menjadi korban. Proses akademik berjalan dengan baik, kegiatan perkuliahan normal, dan tidak ada persoalan yang mengganggu hak-hak mahasiswa,” ujarnya.

Polres Jakpus Tetapkan Ketua NasDem Konawe Utara Tersangka Kasus Penipuan

Lebih lanjut, Fikran menyampaikan bahwa kepemimpinan Unsultra di bawah Rektor saat ini, Prof Jamhir, dinilai membawa arah positif bagi kampus. Ia meminta agar kepentingan masa lalu tidak lagi menyeret mahasiswa sebagai alat legitimasi.

“Prof. Jamhir adalah rektor yang baik untuk Unsultra. Jadi jangan lagi ada kepentingan mantan rektor yang sudah pernah menjabat, lalu menjual kami sebagai mahasiswa untuk kepentingan tertentu,” tegasnya.

Fikran juga mengingatkan agar seluruh pihak, termasuk alumni dan mantan pejabat organisasi kemahasiswaan, tetap menghormati dinamika internal kampus dan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan institusi kepada mekanisme yang berlaku.

“Kampus Unsultra ini punya sistem dan aturan. Mahasiswa saat ini fokus belajar dan membangun prestasi, bukan dijadikan komoditas konflik,” pungkasnya.

Yuh! Hampir Setahun Dipalak, PT Toshida Indonesia Tetap Bayar PNBP Meski Rugi Puluhan Miliar