Operasi Ketupat Anoa 2026, Angka Kecelakaan di Sultra Anjlok 14%

Sulawesi Tenggara mencatat rapor hijau di Operasi Ketupat Anoa 2026. Meski volume pemudik melonjak signifikan di semua lini transportasi dibanding tahun sebelumnya, angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di wilayah Bumi Anoa justru berhasil ditekan hingga lakalantas di Sultra  turun 14 persen.

Data hasil evaluasi, tren positif ini terjadi di tengah lonjakan arus pergerakan masyarakat. Tercatat, pemudik jalur darat naik sebesar 15%, disusul jalur laut 19%, dan kenaikan paling tajam terjadi pada jalur udara yang mencapai 23%. Paling mencolok adalah drastisnya penurunan pelanggaran lalu lintas yang merosot hingga 79%.

Dirlantas Polda Sultra, Kombes Pol Dr Argowiyono mengungkapkan, meningkatnya kesadaran masyarakat serta efektivitas strategi di lapangan salah satu alasan utama.

“Penurunan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, serta efektivitas langkah preemtif, preventif, dan represif yang kami laksanakan,” ujar Kombes Argowiyono.

Keberhasilan operasi tahun ini tidak lepas dari kombinasi kebijakan strategis dan sinergi lintas sektoral.

Tak Goyah Hadapi Warga Pro dan Kontra, Dir Tipidter Bareskrim Bekukan IUP PT WIN di Pemukiman Torobulu

Beberapa poin kunci yang dinilai berhasil mengurai potensi kerawanan antara lain:

-Optimalisasi Pos Lapangan: Penggelaran pos pengamanan dan pelayanan di titik-titik krusial.

-Kebijakan Pendukung: Adanya fasilitas mudik gratis dari pemerintah, pembatasan kendaraan angkutan berat, hingga pemberlakuan sistem Work From Anywhere (WFA).

-Rekayasa Lalu Lintas: Penerapan sistem arus di titik rawan kepadatan secara real-time.

Meski sukses menurunkan angka laka lantas, Ditlantas Polda Sultra tetap melakukan evaluasi mendalam. Yakni terkait kepatuhan pengguna jalan di titik-titik tertentu dan pengelolaan arus pada jam puncak (peak hours).

Sengketa Lahan Senapati Land Kendari Meruncing, Pengembang Siap Tempuh Jalur Litigasi

Kombes Pol Argowiyono memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah menjaga ketertiban selama periode lebaran.

“Kami berterima kasih kepada seluruh stakeholder dan masyarakat atas dukungannya, sehingga Operasi Ketupat Anoa 2026 berjalan lancar demi memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.