Sebulan Berlalu, Polres Kolaka Periksa Anggota Ormas Terkait Penebasan Karyawan PT Toshid

Kepolisian Resor (Polres) Kolaka terus mendalami kasus dugaan penganiayaan berat yang menimpa seorang karyawan perusahaan tambang PT Toshida Indonesia. Memasuki bulan kedua sejak insiden berdarah tersebut, penyidik kini mulai memeriksa sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) yang diduga terkait dengan kejadian.

 

Kasus ini bermula dari laporan polisi yang dilayangkan oleh korban, La Ode Tahir (39). Korban mengalami luka bacok serius di bagian lengan akibat tebasan senjata tajam (sajam) dalam sebuah insiden keributan di lokasi tambang PT Toshida Indonesia, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Jumat, 10 April 2026 lalu.

 

Berdasarkan rekaman video yang diterima redaksi, situasi di lokasi saat kejadian tampak mencekam dengan kerumunan massa yang memadati area tambang. Meski sejumlah aparat keamanan terlihat berada di lokasi, bentrokan tersebut gagal dilerai hingga mengakibatkan jatuhnya korban luka.

Polres Jakpus Tetapkan Ketua NasDem Konawe Utara Tersangka Kasus Penipuan

Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Fernando, menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap pelaku utama penganiayaan.

“Masih berproses. Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan terhadap anggota ormas, dan ini masih kami kembangkan lagi,” ujar AKP Fernando saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (15/6/2026).

Selain menginterogasi saksi-saksi dari pihak ormas, penyidik sebelumnya juga telah memeriksa sejumlah saksi yang diajukan oleh pihak korban. Meski demikian, kepolisian mengaku masih menghadapi kendala dalam mengamankan alat bukti yang digunakan untuk melukai korban.

“Barang bukti (senjata tajam) saat ini masih dalam proses pencarian,” pungkas Fernando.

Yuh! Hampir Setahun Dipalak, PT Toshida Indonesia Tetap Bayar PNBP Meski Rugi Puluhan Miliar