Salah seorang oknum dokter di RSJPDO Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah dan Otak Oputa Yi Koo di Jalan Dr Sam Ratulangi, Kelurahan Kemaraya Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari disebut tak punya empati oleh keluarga korban kecelakaan.
Sebelumnya, dokter yang diketahui berinisial FF itu, terlibat tabrakan dengan Asri, seorang pengendara sepeda motor di depan RS Jantung Pembuluh Darah dan Otak Oputa Yi Koo, Minggu (22/2/2026). Saat itu, FF mengendarai sebuah minibus, sedangkan Asri menggunakan sepeda motor.
Akibat tabrakan itu, mobil milik sang dokter penyok di bagian kiri depan. Sedangkan, pengendara motor, kondisinya jauh lebih parah. Usai benturan yang cukup keras, ia terlempar hingga jatuh terseret. Sebelum terguling hingga ke dalam saluran air, tubuhnya sempat membentur trotoar.
Akibatnya, ia mengalami luka-luka pada wajah dan kaki. Bukan itu saja, tubuhnya mengalami lebam. Paling parah, luka di lengan bagian kanan.
Asri mendapatkan 27 jahitan di lengannya usai mengalami luka robek di lengan bagian dalam. Menurut korban, Ia sempat tak sadarkan diri sesaat setelah tabrakan.
Kondisi motornya rusak dan lecet. Bahkan, handle koplen, patah.
Usai tabrakan, dokter tersebut tak mau menanggung biaya dan proses pengobatan si pengendara motor. Alasannya, ia juga menjadi korban karena mobilnya penyok.
Si dokter, bahkan menghindari korban yang setelah kejadian langsung dilarikan ke dalam rumah sakit untuk ditawat. Ia bersikukuh, posisi pengendara motor salah saat kejadian, hingga juga ikut menyebabkan mobilnya penyok.
Setelah beberapa saat, keluarga dan rekan korban langsung mendatangi rumah sakit. Dokter FF akhirnya mengaku bersedia menanggung biaya pengobatan. Namun, hal ini ia sampaikan dibawah tekanan keluarga korban.
Ternyata, setelah korban dirawat dan dijahit luka-lukanya, biaya pengobatan Asri, menurut sang dokter bisa ditanggung pihak Jasa Raharja. Sehingga, tak harus merogoh kocek, ia menunggu pihak Jasa Raharja menyelesaikan pembayaran pengobatan Asri.
Akibat langkah yang ia tempuh, keluarga korban menganggap ia tidak peduli kondisi Asri. Salah satu alasannya, proses pengurusan di Jasa Raharja, diselesaikan oleh pihak keluarga dan rekan-rekan korban.
Saudara Kandung Asri, Dandi, menyesalkan sikap sang dokter. Kata dia, saat kakaknya dalam kondisi luka parah usai mendapat perawatan, ia menyebut, sang dokter sempat menyuruh kakaknya pulang ke rumah karena tak bersedia menanggung biaya rawat inap.
“Disini kita bukan melihat posisi salah atau benarnya, persoalan kakak saya mengendarai motor dan si dokter menggunakan mobil, persoalan siapa yang melanggar aturan, itu urusan kepolisian,” katanya.
“Yang paling saya sesalkan hingga kini si dokter seperti berupaya melepas tanggung jawab,” tambahnya.
Pasalnya kata Dandi sejak awal, mediasi selalu berujung buntu, tak ada titik temu. Menurutnya, oknum dokter yang tak peduli dengan kondisi kakaknya.
“Akibat kecelakaan itu, kakak saya menderita 27 jahitan total di lengan kanannya, ia tidak bisa beraktivitas seperti sedia kala untuk sementara waktu, sementara dia anak pertama dan telah berkeluarga,” ungkapnya.
“Jangan kan untuk bertanya keadaan kakak saya, menengok saja tidak, oknum dokter ini tetap bersikukuh bahwa pihaknya merasa benat,” tuturnya.
“Bahkan setelah kecelakaan kakak saya sempat disuruh pulang, walau perawatannya belum tuntas,” ujarnya.
Menurutnya seharusnya seorang dokter yang dikenal sebagai penolong masyrakat tak menunjukkan hal seperti itu.
“Kami menganggap, ini sama saja menciderai profesi kedokteran, tidak punya empati bahkan saya menilai tak manusiawi,” pungkasnya.
Terkait peristiwa tersebut pihaknya meminta IDI Sultra dan RSJPDO mengambil tindakan tegas berupa etik dan sanksi.
Sementara itu Kasat Lantas Polresta Kendari, Iptu Kevin yang dikonfirmasi via panggilan Whats App membenarkan perihala laka lantas tersebut. Pihaknya sementara melakukan penanganan melalui unit gakkum.
“Sementara di tangani,” katanya.
Terkait hal ini, oknum Dokter FF sudah berupaya dikonfirmasi melalui panggilan whatsapp. Namun ia enggan memberikan jawaban.
Wartawan juga berusaha mengkonfirmasi ke Plt Direktur RSJPDO Oputa Yi Koo, Agus Purwo Hidayat dan Ketua IDI Sultra, Laode Rabiul Awal melalui panggilan whats app namun tidak mendapatkan tanggapan. Namun, keduanya tak membalas saat dikonfirmasi terkait kecelakaan di RSJPDO Kendari yang melibatkan salah seorang dokter di rumah sakit tersebut.


