Setelah hampir seminggu, pihak Detasemen Polisi Militer (POM) 14/3 Kendari mengungkapkan motif 2 anggota TNI bunuh wanita di Baubau. Sebelum pihak Den POM 14/3 Kendari mengungkapkan alasan kedua pelaku nekat membunuh, beredar sejumlah informasi di media sosial.
Berita sebelumnya, dua orang anggota TNI berinisial Prada Y (19) dan Prada Z (19) menghabisi nyawa seorang wanita di Baubau bernama Waode Nur Kiki alias Kiki (23), Sabtu (20/12/2025).
Korban lalu dibuang di bawah jembatan, dalam kondisi tubuh terbakar dan mengalami luka robek dan memar pada sejumlah bagian tubuhnya.
Informasi lainnya, kedua TNI pelaku disebut pada salah satu forum media sosial, diduga tepergok oleh korban sedang dalam kondisi ‘tidak normal’.
Sehingga, korban Wa Ode Kiki (23) yang mengetahui peristiwa itu, sempat cekcok dengan keduanya hingga berujung aksi pembunuhan.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Komandan Detasemen Polisi Militer 14/3 Kendari Letkol CPM Hariyadi Budaya Pela mengungkapkan, motif dua oknum anggota TNI bunuh Wanita di Baubau.
“Motifnya karena pacarnya hamil jadi (korban) minta pertanggungjawaban mas,” ujar Letkol CPM Hariyadi Budaya Pela.
Hariyadi melanjutkan, pihaknya sementara terus mengembangkan pemeriksaan terhadap kedua pelaku. Keduanya kini dalam pengawasan ketat Detasemen Polisi Militer Kendari.
Selain itu, pihak Detasemen POM juga menunggu hasil autopsi rumah sakit. Setelah autopsi keluar, pihak TNI bakal merilis hasil pemeriksaan.
“Kami tunggu hasil autopsi ya mas, informasi lain masih kami dalami mas ,” ujar Hariyadi, saat ditanyakan wartawan terkait dugaan kedua pelaku memiliki kelainan seksual.
Kronologi Kasus Pembunuhan
Seorang wanita di Baubau ditemukan tewas di sebuah aliran kali Kota Baubau, Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 12.30 Wita. Wanita bernama Kiki (23) itu, ditemukan dalam kondisi tanpa busana di bawah jembatan Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
Dia merupakan salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Dari keterangan polisi, korban awalnya seorang pengendara sepeda motor menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Saat itu, saksi mengungkapkan, sedang hendak beristirahat di sekitar lokasi.
Saat ditemukan pertama kali, Kapolsek Kokalukuna Iptu Rahmansyah menjelaskan, saksi lalu mendatangi TKP. Dia kemudian, memutuskan merekam video kondisi korban dan sekitar TKP.
“Dia lalu melapor ke kami, kami kemudian menurunkan anggota menuju TKP sambil berkomunikasi dengan Polres,” ujar Iptu Rahmansyah.
Setelah laporan tersebut, penyelidikan kemudian diambil alih Polres Kota Baubau. Polisi lalu memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Namun, anehnya Senin (22/12/2025) Polres Baubau mulai bungkam. Polisi tidak memberikan informasi terkait kasus pembunuhan ini.
Setelah dicek, ternyata terduga pelaku merupakan dua orang oknum TNI. Keduanya saat ini ternyata sudah dalam pengawasan dan pemeriksaan ketat Subdenpom (Sub Detasemen Polisi Militer) Kota Baubau.
Saat dikonfirmasi, Komandan Denpom 14/3 Kendari Letkol CPM Hariyadi Budaya Pela mengatakan, saat ini pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi.
Keduanya yakni, oknum anggota terduga pelaku pembunuhan. Kedua terduga pelaku, diduga menjadi eksekutor wanita yang ditemukan tewas di bawah jembatan Lakologou Baubau.
“Sudah diperiksa pak, sekarang sudah kami ambil alih penyelidikan dari pihak Polres untuk ditangani Denpom,” ujar Hariyadi.
Hariyadi mengungkapkan, pelaku berinisial Prada Y (19) dan Prada Z (19). Keduanya sudah didalam pemeriksaan penyidik TNI.
“Hasil sementara mereka (pelaku dan korban) ini pacaran, pelaku inisial Y dan korban pacaran,” ujar Hariyadi.
Kasus Pembunuhan
Diketahui, Minggu (21/12) Kota Baubau geger oleh penemuan mayat seorang wanita yang tidak mengenakan pakaian di sebuah aliran kali.
Kasi Humas Polres Baubau, IPTU Rino Asnan, yang dikonfirmasi awak media, membenarkan penemuan mayat wanita tanpa bisana tersebut.
“Dari visum sementara, ditemukan luka bakar, luka robek di bagian leher, serta luka di kepala yang diduga akibat benturan benda tumpul,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, dari olah TKP awal, polisi juga mengamankan beberapa benda mencurigakan sebagai barang bukti. Di antaranya adalah botol bekas yang masih berisi sisa BBM dan pakaian dalam wanita yang telah terbakar di sekitar lokasi kejadian.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga sekitar pukul 12.30 Wita. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membusuk dan memiliki sejumlah luka yang mencurigakan.


