Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan modus yang tidak biasa terjadi di Desa Watalara Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara, Kamis (2/4/2026). Pelaku nekat menukar motor yang dibawanya dengan motor milik korban di halaman rumah warga.
Peristiwa yang terekam kamera pengawas (CCTV) ini memperlihatkan seorang pria bermasker dan mengenakan topi sedang mengincar satu unit sepeda motor Yamaha Fino berwarna putih. Dalam rekaman tersebut, pelaku tampak tenang memantau situasi sebelum mengeksekusi motor korban yang kuncinya masih tertinggal di stopkontak.
Menurut keterangan korban, insiden terjadi pada siang hari saat dirinya sedang beristirahat. Kondisi rumah saat itu tidak sepi, namun fokus penghuni rumah sedang teralihkan.
Waktu Kejadian: Kamis, 2 April 2026 (Siang hari).
Lokasi: Halaman rumah warga di Desa Watalara, Kec. Baula.
Modus: Pelaku datang membawa motor Honda Scoopy, memarkirkannya di lokasi, lalu membawa kabur motor Fino milik korban.
“Saya baru sadar motor hilang sore hari. Setelah cek CCTV, ternyata sudah dicuri. Kunci motor memang masih tergantung, mungkin pelaku melihat kesempatan itu,” ujar korban saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).
Tinggalkan Jejak Motor Lain
Kejanggalan mulai terungkap saat ditemukan satu unit motor Honda Scoopy yang ditinggalkan pelaku di tempat kejadian perkara (TKP). Korban menduga kuat bahwa motor Scoopy tersebut juga merupakan hasil curian di lokasi lain.
“Motor Scoopy itu mirip dengan informasi kehilangan milik warga Desa Tambea beberapa hari lalu. Kemungkinan ini cara pelaku untuk menghilangkan jejak,” tambah korban.
Berdasarkan bukti rekaman CCTV dari lokasi berbeda, pelaku diketahui sempat mencoba menggadaikan motor Scoopy tersebut kepada warga sebelum melakukan aksi pencurian di Desa Watalara. Namun, upaya tersebut gagal lantaran pelaku tidak mampu menunjukkan dokumen resmi kendaraan (STNK/BPKB).
Saat ini, barang bukti berupa satu unit sepeda motor Scoopy yang ditinggalkan pelaku serta rekaman CCTV telah diserahkan oleh korban kepada pihak kepolisian untuk proses penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.


